Minyak mentah WTI turun ke sekitar $82,30 saat G7 mempertimbangkan pelepasan cadangan dan IEA menggelar pembicaraan darurat.

    by VT Markets
    /
    Mar 10, 2026
    WTI US Oil turun pada hari Selasa, diperdagangkan di dekat $82,30 dan turun 1,15% pada hari itu, setelah pasar menilai ulang risiko pasokan setelah pernyataan dari pejabat energi internasional. Reuters melaporkan bahwa negara-negara G7 sedang mempertimbangkan untuk melepas cadangan minyak strategis (stok minyak milik negara untuk keadaan darurat) untuk membantu menstabilkan pasar saat terjadi gangguan pasokan. Menteri Industri Jepang Ryosei Akazawa mengatakan ia membahas situasi energi global dengan para menteri energi G7, termasuk opsi melepas cadangan strategis bila diperlukan. Ia mengatakan G7 menegaskan kesiapan untuk mengambil “langkah-langkah yang diperlukan” guna mendukung pasokan energi global.

    Diskusi Cadangan Strategis G7

    Direktur Eksekutif IEA (Badan Energi Internasional) Fatih Birol menyinggung pemulihan pengiriman melalui Selat Hormuz, tempat sekitar 20% pengiriman minyak global lewat. Ia mengatakan pelepasan cadangan strategis secara terkoordinasi (dilakukan bersama oleh beberapa negara) bisa dipertimbangkan untuk mengurangi ketegangan pasar. Birol mengatakan IEA telah memanggil rapat luar biasa pemerintah anggota hari ini untuk meninjau keamanan pasokan (kepastian ketersediaan pasokan) dan kondisi pasar yang lebih luas. Harga minyak bergerak tajam setelah gangguan terkait Selat Hormuz mendorong harga minyak mentah naik. Koreksi tertanggal 10 Maret pukul 17:25 GMT menjelaskan nama menteri tersebut adalah Ryosei Akazawa, bukan Yoji Muto Akazawa.

    Pengaturan Transaksi Volatilitas Opsi

    Kita perlu mengingat pelepasan terkoordinasi besar terakhir pada 2022, sebagai respons terhadap gejolak geopolitik (ketegangan politik antarnegara) pada tahun itu. AS saja melepas 180 juta barel, yang membantu menurunkan harga WTI dari di atas $120 ke di bawah $80 per barel selama beberapa bulan. Contoh ini menunjukkan tindakan seperti itu dapat berdampak menekan harga secara besar, meski sementara. Namun, pasar tidak boleh mengabaikan kemungkinan reaksi dari OPEC+ (kelompok negara pengekspor minyak OPEC dan sekutunya). Kelompok ini menunjukkan tekad kuat menjaga harga di sekitar $80, terlihat dari pengaturan produksi mereka sepanjang 2024 dan 2025. Dengan perkiraan kapasitas produksi cadangan saat ini di atas 5 juta barel per hari (produksi tambahan yang bisa dinaikkan bila diperlukan), penurunan harga besar akibat pelepasan cadangan strategis bisa dibalas dengan pemangkasan pasokan lebih lanjut. Ini menciptakan situasi klasik bagi pelaku transaksi opsi (kontrak yang memberi hak untuk membeli/menjual aset pada harga tertentu sebelum tanggal tertentu) yang memperkirakan pergerakan harga besar tetapi tidak yakin arahnya. Membeli straddle atau strangle (strategi opsi untuk mendapat untung dari pergerakan besar, baik naik maupun turun) bisa menjadi strategi yang masuk akal untuk memanfaatkan volatilitas (seberapa besar harga naik-turun), terlepas apakah harga turun karena pelepasan cadangan atau naik karena respons OPEC+. Bagi yang cenderung bearish (memperkirakan harga turun), menggunakan bear put spread (strategi opsi untuk untung saat harga turun dengan risiko yang dibatasi) bisa menjadi cara yang lebih hati-hati untuk menargetkan penurunan ke kisaran $70-an tinggi sambil membatasi risiko dengan jelas.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code