Minyak WTI diperdagangkan di sekitar US$89,60, melemah setelah sempat menguat, seiring menguatnya spekulasi kemungkinan pembicaraan AS-Iran ke depan

    by VT Markets
    /
    Apr 17, 2026

    WTI turun ke sekitar US$89,60 per barel pada perdagangan Asia Jumat, masih mencatat pelemahan di dekat US$89,50. Harga mereda karena kekhawatiran soal pasokan (risiko minyak sulit didapat) menurun menjelang perkiraan pembicaraan AS–Iran akhir pekan ini.

    Donald Trump mengatakan Teheran setuju meninggalkan ambisi nuklir, menawarkan “minyak gratis”, dan membuka kembali Selat Hormuz, sementara Iran belum mengonfirmasi hal ini. Ia juga mengatakan gencatan senjata permanen bisa dicapai sebelum masa berlakunya berakhir pekan depan.

    Trump mengatakan ia berbicara dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Ia mengatakan Israel dan Lebanon sepakat gencatan senjata 10 hari mulai pukul 17.00 ET (Waktu Timur AS).

    CNN melaporkan Lebanon menuduh Israel melakukan “sejumlah tindakan agresi” dan menyebut penembakan menghantam desa-desa di Lebanon selatan. Militer Lebanon meminta warga menunda kembali ke kota dan desa di wilayah selatan karena ada laporan pelanggaran.

    Selat Hormuz digambarkan praktis tertutup akibat blokade ganda AS–Iran (pembatasan lalu lintas kapal), memicu kekhawatiran terhadap arus energi global (kelancaran pengiriman minyak dunia). ING memperkirakan sekitar 13 juta barel per hari pasokan minyak terganggu akibat penutupan tersebut.

    Data terbaru menunjukkan persediaan minyak mentah AS meningkat. Laporan terbaru EIA (Badan Informasi Energi AS) untuk pekan yang berakhir 10 April 2026 mencatat surplus 2,9 juta barel. Ini mengindikasikan permintaan mungkin sedikit melemah, sehingga menekan kontrak bulan terdekat (kontrak berjangka yang paling dekat jatuh tempo). Ini berbanding terbalik dengan akhir 2025, ketika kabar potensi kembalinya pasokan dari Iran langsung menekan harga dari level tinggi saat krisis.

    Namun, OPEC+ (kelompok OPEC dan sekutu) dinilai menjadi penopang kuat dengan mempertahankan pemangkasan produksi sukarela 2,2 juta barel per hari. Manajemen pasokan ini menahan harga agar tidak turun tajam meski persediaan sedang naik. Disiplin kartel (koordinasi produsen besar) mengisyaratkan mereka akan bertindak untuk mencegah harga jatuh seperti tahun-tahun sebelumnya.

    Dengan tarik-menarik antara data persediaan yang cenderung negatif bagi harga (bearish: berpotensi menekan harga) dan kebijakan OPEC+ yang mendukung harga (bullish: berpotensi mendorong harga), volatilitas tersirat (perkiraan gejolak harga dari harga opsi) pada opsi turun dari puncak 2025 tetapi masih tinggi. Ini membuka peluang strategi menjual premi (mendapatkan pendapatan dari premi opsi) seperti covered call pada posisi beli (menjual opsi beli/call sambil memegang aset) atau iron condor (strategi opsi yang mencari untung saat harga bergerak dalam kisaran) bila harga diperkirakan bergerak mendatar (range-bound: di rentang tertentu). Fokusnya menjual volatilitas sambil membatasi risiko (risk-defined: rugi maksimum ditentukan).

    Kurva forward (struktur harga kontrak berjangka antar-jatuh-tempo) kini tidak se-backwardated seperti saat guncangan pasokan 2025. Backwardation adalah kondisi harga kontrak jangka pendek lebih tinggi daripada jangka panjang, biasanya karena pasar khawatir pasokan segera ketat. Ini menandakan pasar tidak terlalu cemas soal kekurangan pasokan dalam waktu dekat. Karena itu, perdagangan calendar spread (strategi selisih harga dua kontrak dengan jatuh tempo berbeda) menjadi kurang menarik dibanding enam bulan lalu. Pelaku pasar dapat mencermati kisaran harga saat ini, antara dukungan fundamental dari OPEC dan hambatan dari sinyal permintaan yang melemah.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code