Penilaian Ulang Pasar Dan Risiko Inflasi
Bank of England diperkirakan mempertahankan suku bunga, sambil memberi sinyal kekhawatiran tentang tekanan inflasi yang masih bertahan terkait guncangan energi (kenaikan harga energi yang tiba-tiba). Ketidakpastian prospek inflasi dapat membuat lebih banyak pembuat kebijakan memilih menahan suku bunga sampai ada data yang lebih jelas. Komunikasi BoE dapat tetap membuka ruang untuk kebijakan lebih ketat jika diperlukan guna membatasi risiko inflasi. Arah kebijakan diperkirakan tetap bergantung pada berapa lama harga energi bertahan tinggi. Di pasar valuta asing (perdagangan pertukaran mata uang), penilaian ulang suku bunga Inggris terjadi bersamaan dengan kenaikan GBP terhadap mata uang Eropa lain. EUR/GBP (nilai Euro terhadap Pound) bergerak kembali menuju sekitar 0,8600, mendekati level terendah sejak pertengahan tahun lalu.Implikasi Trading Untuk Sterling
Sekarang terlihat dampak dari perubahan tajam ekspektasi suku bunga Inggris yang terjadi pada 2025. Guncangan energi dari konflik Timur Tengah membuat pasar meninggalkan perkiraan pemangkasan dan mulai memperhitungkan pengetatan, dan pandangan ini sebagian besar berlanjut hingga tahun ini. Dengan inflasi Inggris Februari 2026 di 3,1% yang masih “lengket” (sulit turun), jauh di atas target Bank of England, sikap hawkish (cenderung mendukung suku bunga lebih tinggi untuk menekan inflasi) masih masuk akal. Kondisi ini terus mendukung Sterling, terutama terhadap Euro, karena ekspektasi pemangkasan suku bunga di zona Euro lebih kuat. Pasangan EUR/GBP sudah turun di bawah 0,8600 yang diuji tahun lalu dan kini bertahan di sekitar 0,8520. Untuk beberapa minggu ke depan, trader dapat mempertimbangkan posisi untuk penurunan lebih lanjut lewat opsi put pada EUR/GBP (kontrak yang memberi hak untuk menjual di harga tertentu), dengan memakai level teknikal kunci sebagai strike price (harga kesepakatan dalam kontrak opsi). Keputusan Bank of England menaikkan Bank Rate (suku bunga acuan) ke 5,50% pada Januari 2026 menguatkan kebijakan hawkish ini, dan harga derivatif (instrumen turunan; kontrak yang nilainya mengikuti aset acuan) kini mencerminkan skenario “lebih tinggi lebih lama” (suku bunga tinggi bertahan lebih lama). Trading futures SONIA (kontrak berjangka berbasis SONIA, suku bunga pasar uang semalam Inggris) bisa menjadi cara langsung untuk memanfaatkan ini, karena pasar belum memperhitungkan pemangkasan sampai paling cepat akhir 2026. Data yang menunjukkan pertumbuhan upah tetap tinggi, yang masih di 5,2%, kemungkinan akan membuat perkiraan pemangkasan makin mundur. Volatilitas (besar-kecilnya pergerakan harga) tetap menjadi faktor penting, terutama menjelang rapat Bank of England dan rilis data inflasi. Strategi opsi seperti straddle pada GBP/USD (membeli opsi call dan put di strike yang sama untuk memanfaatkan pergerakan besar ke atas atau ke bawah) bisa efektif untuk mengambil keuntungan dari lonjakan harga setelah peristiwa ini tanpa menebak arah. Risiko yang terukur (kerugian maksimum sudah terbatas pada premi) menguntungkan mengingat ketidakpastian akibat pergerakan harga energi tahun lalu. Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.