MUFG’s Lloyd Chan mengatakan Brent menembus $90 karena risiko di Irak dan Selat Hormuz mengalahkan dampak pelepasan cadangan oleh IEA.

    by VT Markets
    /
    Mar 12, 2026
    Minyak mentah Brent diperdagangkan di atas US$90 per barel karena kekhawatiran pasokan terkait Irak dan Selat Hormuz lebih kuat daripada rencana Badan Energi Internasional (IEA) untuk melepas 400 juta barel dari cadangan darurat. Laporan menyebutkan pelabuhan minyak Irak berhenti beroperasi setelah dua kapal tanker menjadi sasaran di perairan Irak. Pelepasan IEA berjumlah 400 juta barel, yang terbesar sepanjang sejarah, dibandingkan 183 juta barel yang dilepas pada 2022 setelah Rusia menginvasi Ukraina. Besarnya pelepasan ini setara sekitar 4 hari dari total permintaan minyak dunia. (Cadangan darurat adalah stok minyak yang disimpan untuk keadaan krisis.)

    Risiko Pasokan di Selat Hormuz

    Sekitar 20% minyak dunia yang diangkut lewat laut melewati Selat Hormuz setiap hari, atau sekitar 20 juta barel per hari. Gangguan di sana dianggap sulit digantikan dalam jangka waktu lama. (Selat Hormuz adalah jalur laut sempit yang penting untuk pengiriman minyak.) Jika 400 juta barel dilepas selama 120 hari, rata-ratanya sekitar 3,3 juta barel per hari. Ini dibandingkan dengan potensi kekurangan 10–13 juta barel per hari yang terkait Hormuz, setelah memperhitungkan pengalihan rute seperti pipa East West Arab Saudi. (Kekurangan pasokan berarti jumlah minyak yang hilang dari pasar. Pengalihan rute adalah memindahkan aliran minyak ke jalur lain. Pipa adalah saluran besar untuk mengalirkan minyak.)

    Implikasi Strategi Derivatif

    Bagi trader derivatif (produk turunan seperti kontrak yang nilainya mengikuti harga minyak), ini menunjukkan penurunan harga yang besar dalam beberapa minggu ke depan bisa dilihat sebagai peluang beli. Strategi naik (bullish, yaitu memperkirakan harga naik), seperti membeli opsi call (hak untuk membeli pada harga tertentu) dengan harga patokan (strike price, harga yang disepakati) sekitar $100 untuk bulan-bulan musim panas, terlihat masuk akal. Menjual opsi put out-of-the-money (opsi put dengan harga patokan di bawah harga pasar saat ini) juga bisa menjadi strategi untuk mendapatkan premi (biaya yang diterima penjual opsi), berdasarkan pandangan bahwa penurunan harga yang besar kecil kemungkinannya. Kita bisa membandingkan dengan reaksi pasar pada 2022 setelah invasi Rusia ke Ukraina, ketika pelepasan cadangan awal tidak banyak menghentikan lonjakan harga. Volatilitas tersirat (implied volatility, perkiraan besarnya naik-turun harga yang tercermin dalam harga opsi) tetap tinggi, sehingga membeli opsi menjadi lebih mahal, tetapi juga bisa meningkatkan potensi pemasukan dari menjual opsi. Volatilitas yang tinggi ini menunjukkan pasar masih sangat peka terhadap berita geopolitik (peristiwa politik antarnegara) dibandingkan pelepasan pasokan yang terkoordinasi. Buat akun VT Markets live Anda dan mulai trading sekarang.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code