Pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran berakhir tanpa kesepakatan, setelah gencatan senjata selama dua pekan dalam konflik tersebut. Amerika Serikat mengancam akan melakukan blokade total di Selat Hormuz.
Blokade bertujuan menghentikan bahkan arus pelayaran terbatas yang saat ini masih diizinkan melintasi selat itu. Kondisi ini bisa memperparah kekurangan pasokan minyak dan gas global dalam jangka pendek.
Reaksi Pasar dan Level Kunci
Pergerakan pasar sejauh ini masih terbatas. Minyak mentah Brent diperdagangkan sedikit di atas USD 100 per barel, dan EUR/USD turun di bawah 1,17.
Level ini masih jauh dari titik ekstrem yang sempat terlihat sebelumnya selama konflik. Volatilitas tersirat (perkiraan besarnya naik-turun harga yang tercermin dari harga opsi) EUR/USD tetap relatif rendah.
Dampak terhadap mata uang bisa membesar jika perang kembali memanas dalam beberapa bulan mendatang.
Kami melihat ada ketidaksinkronan di pasar setelah negosiasi AS–Iran gagal. Ancaman blokade di Selat Hormuz, jalur penting (koridor) bagi hampir 20% konsumsi minyak dunia, belum sepenuhnya diperhitungkan pasar. Minyak Brent saat ini bertahan di sekitar USD 104 per barel, jauh di bawah level USD 130 yang terlihat saat guncangan energi awal 2022.
Opsi dan Penempatan Volatilitas
Ketenangan pasar ini mengindikasikan pelaku pasar masih berharap ada solusi diplomatik, sehingga premi risiko (tambahan harga sebagai kompensasi risiko) tetap rendah. Sebagai contoh, volatilitas tersirat satu bulan untuk EUR/USD berada di sekitar 6,5%, level yang jarang terlihat sejak sebelum ketegangan ini dimulai pada 2025. Dalam kondisi seperti ini, biaya “perlindungan” (hedging, yaitu langkah untuk membatasi potensi rugi) relatif murah bagi pihak yang mengantisipasi guncangan.
Mengingat besarnya volume energi yang berpotensi terganggu, membeli opsi beli (call option, hak untuk membeli pada harga tertentu) Brent yang out-of-the-money (harga kesepakatan di atas harga pasar saat ini, biasanya lebih murah namun butuh kenaikan tajam agar menguntungkan) untuk beberapa bulan ke depan bisa menjadi strategi yang masuk akal. Opsi ini relatif murah dan memberi peluang mendapat manfaat jika harga melonjak bila situasi Hormuz memburuk. Volatilitas rendah di pasar valuta juga membuka peluang membeli opsi jual (put option, hak untuk menjual pada harga tertentu) euro dengan harga lebih murah.
Namun, risiko utama bagi pasar adalah kenaikan mendadak volatilitas dari level yang saat ini ditekan. Eskalasi mendadak dapat memicu pembalikan posisi yang terlalu tenang (penutupan posisi yang sebelumnya mengabaikan risiko), sehingga memicu pergerakan besar di pasar energi dan valuta. Karena itu, pelaku pasar yang memegang posisi long volatility (bertaruh volatilitas akan naik, misalnya melalui strategi opsi) berpotensi diuntungkan jika harapan pasar akan meredanya konflik ternyata keliru.
Buat akun live VT Markets dan mulai trading sekarang.