NZD/USD bangkit kembali menuju 0,5860 seiring meningkatnya konflik di Timur Tengah dan kegelisahan menjelang The Fed melemahkan Dolar AS

    by VT Markets
    /
    Mar 18, 2026
    NZD/USD diperdagangkan di dekat 0,5860 pada hari Selasa, memangkas sebagian besar penurunan dalam hari karena Dolar AS melemah di tengah perang yang makin memanas di Timur Tengah. Presiden AS Donald Trump mengatakan sekutu NATO tidak bersedia ikut campur dalam perang AS dan Israel melawan Iran, dan menambahkan bahwa AS tidak lagi membutuhkan atau menginginkan bantuan dari Jepang, Australia, dan Korea Selatan. Federal Reserve (bank sentral AS) akan mengumumkan keputusan suku bunga pada hari Rabu, dengan suku bunga diperkirakan tetap. Fokus akan beralih ke pembaruan proyeksi ekonomi dan komentar dari Ketua Fed Jerome Powell, sementara harga minyak yang lebih tinggi meningkatkan risiko inflasi (kenaikan harga barang/jasa secara umum).

    Momentum Perekrutan AS Melambat

    Data perekrutan sektor swasta AS menunjukkan laju yang lebih lambat pada akhir Februari. Versi NER Pulse (indikator cepat/“denyut” mingguan) dari laporan mingguan ADP National Employment Report (laporan perkiraan perubahan jumlah pekerjaan sektor swasta) melaporkan rata-rata 9 ribu pekerjaan per minggu dalam empat minggu hingga 28 Februari, turun dari 14,5 ribu pada pekan sebelumnya. Di Selandia Baru, Reserve Bank of New Zealand/RBNZ (bank sentral Selandia Baru) akan memutuskan suku bunga pada 8 April, dan diperkirakan menahan suku bunga. Statistics New Zealand (badan statistik pemerintah) akan merilis PDB/GDP kuartal 4 pada hari Rabu, dengan pertumbuhan diperkirakan 1,7% dibanding tahun sebelumnya (year on year = dibanding periode yang sama tahun lalu). Pada grafik 4 jam, NZD/USD berada di 0,5857, di bawah SMA 100-periode (simple moving average = rata-rata bergerak sederhana; garis rata-rata harga untuk melihat arah tren) dan dekat SMA 20-periode, dengan RSI sekitar 50 (Relative Strength Index = indikator untuk melihat kuat/lemahnya dorongan beli/jual). Level resistensi (area harga yang sering menahan kenaikan) berada di 0,5870 dan 0,5916, sementara support (area harga yang sering menahan penurunan) terlihat di 0,5836 dan 0,5816, dengan titik terendah terbaru dekat 0,5800.

    Inflasi dan Perbedaan Arah Kebijakan

    Federal Reserve memang menahan suku bunga pada rapat Maret 2025, tetapi tekanan inflasi dari harga energi membuat sikap mereka lebih “hawkish” (cenderung mendukung kenaikan suku bunga agar inflasi turun), yang berujung pada kenaikan suku bunga terakhir pada Mei tahun itu. Pola serupa terlihat sekarang, dengan data terbaru Indeks Harga Konsumen/CPI Februari 2026 menunjukkan inflasi tetap “lengket” (sulit turun) di 2,9%, di atas target Fed. Ini menegaskan pentingnya memantau data inflasi, karena inflasi tetap menjadi pendorong utama kebijakan Fed dan, akibatnya, kekuatan Dolar AS. Di Selandia Baru, ekonomi menghindari resesi teknis (umumnya berarti ekonomi menyusut dua kuartal berturut-turut) yang dulu dikhawatirkan, dengan PDB/GDP kuartal 4 2024 yang dirilis pada Maret 2025 sebesar 1,9%, sedikit di atas perkiraan. RBNZ, yang menahan suku bunga pada April 2025, sejak itu harus mempertahankan kebijakan ketat untuk melawan inflasi dalam negeri. Perbedaan suku bunga (selisih tingkat suku bunga) antara RBNZ dan Fed akan tetap menjadi faktor kunci bagi pasangan NZD/USD dalam beberapa minggu ke depan. Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code