NZD/USD Bertahan di Bawah 0,5800 Setelah Dibuka Bearish, di Tengah Penguatan Dolar dan Kolapsnya Perundingan AS-Iran

    by VT Markets
    /
    Apr 13, 2026

    NZD/USD mengawali pekan dengan turun dan dibuka dengan *bearish gap* (celah harga turun saat pembukaan; harga pembukaan lebih rendah dari penutupan sebelumnya) setelah pembicaraan AS-Iran berakhir tanpa kesepakatan. Pasangan ini diperdagangkan di sekitar 0,5800 pada sesi Asia dan tetap berada di zona negatif.

    Negosiasi berlangsung hampir 21 jam dan dimediasi oleh Pakistan, tetapi AS dan Iran tidak mencapai kesepakatan. Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan AS telah menyampaikan penawaran terakhir, sementara Iran tidak menerimanya.

    Risiko Geopolitik dan Permintaan Dolar

    Presiden AS Donald Trump mengatakan Angkatan Laut AS akan memulai blokade Selat Hormuz, yang membuat peluang gencatan senjata dua minggu menjadi terancam. Perkembangan ini mendukung Dolar AS dan menekan Dolar Selandia Baru.

    Harga minyak mentah naik, menambah kekhawatiran soal inflasi (kenaikan harga umum) dan pasokan energi. Data AS yang dirilis Jumat menunjukkan inflasi pada Maret naik paling besar dalam hampir empat tahun, sehingga memperkuat ekspektasi kebijakan Federal Reserve yang lebih ketat (bank sentral AS cenderung mempertahankan suku bunga tinggi atau menaikkan suku bunga).

    The Wall Street Journal melaporkan negara-negara di kawasan berupaya memulai kembali pembicaraan dalam beberapa hari. Hal ini membatasi penguatan lanjutan Dolar AS dan membantu NZD/USD sedikit pulih dari level terendah hari itu.

    Latar Makro dan Posisi Perdagangan

    Dalam beberapa pekan ke depan, pola serupa berpotensi muncul, dengan ketegangan baru di Timur Tengah menekan harga minyak. Kontrak berjangka minyak WTI (West Texas Intermediate, acuan minyak AS; *futures* adalah kontrak untuk membeli/menjual di harga tertentu pada waktu tertentu) naik lebih dari 6% dalam sebulan terakhir dan diperdagangkan di atas US$91 per barel, memicu kembali kekhawatiran inflasi. Situasi ini menjadi pendorong kuat bagi Dolar AS yang dianggap *safe haven* (aset “tempat aman” saat pasar khawatir).

    Inflasi yang bertahan ini terlihat pada data terbaru, dengan Indeks Harga Konsumen (CPI, ukuran inflasi) AS untuk Maret 2026 menunjukkan kenaikan 3,4% secara tahunan, sehingga menekan Federal Reserve untuk menahan suku bunga lebih tinggi lebih lama. Sebaliknya, indeks kepercayaan bisnis Selandia Baru terbaru turun tajam, mengindikasikan Reserve Bank of New Zealand (bank sentral Selandia Baru) mungkin tidak mampu menyamai sikap The Fed yang *hawkish* (cenderung mendukung suku bunga lebih tinggi untuk menahan inflasi). Perbedaan arah kebijakan ini menjadi sinyal kuat NZD/USD berpeluang turun.

    Bagi pelaku pasar derivatif (instrumen turunan seperti opsi dan kontrak berjangka), kondisi ini mendukung strategi yang diuntungkan saat NZD/USD turun dan volatilitas (besarnya naik-turun harga) meningkat. Membeli *put option* (opsi jual; memberikan hak untuk menjual pada harga tertentu) NZD/USD dengan *strike price* (harga kesepakatan) sekitar 0,5750 dan 0,5700 bisa menjadi cara yang lebih hati-hati untuk bersiap terhadap penurunan lanjutan. Volatilitas tersirat (*implied volatility*, perkiraan volatilitas yang tercermin dari harga opsi) dapat meningkat, sehingga posisi yang diuntungkan dari volatilitas yang naik bisa menarik.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code