OCBC mengamati ringgit Malaysia melemah bersama rekan-rekan regional, sementara pola pembalikan bullish USDMYR mengindikasikan kenaikan lebih lanjut

    by VT Markets
    /
    Mar 31, 2026
    OCBC melaporkan bahwa Ringgit Malaysia melemah terhadap dolar AS sejalan dengan mata uang Asia lainnya, meskipun Malaysia adalah pengekspor komoditas bersih (negara yang menjual komoditas lebih banyak daripada membeli). Dalam periode lima hari terhadap USD, INR, PHP, dan MYR mencatat penurunan terbesar. Bank tersebut mengatakan Ringgit masih bisa melemah saat pasar beralih menjadi *risk-off* (investor menghindari aset berisiko dan pindah ke aset yang dianggap aman), karena Ringgit sensitif terhadap sentimen global dan arus portofolio (pergerakan dana investasi asing masuk/keluar). OCBC juga mencatat bahwa guncangan geopolitik dapat menekan mata uang meskipun pendapatan ekspor komoditas memberi sedikit dukungan.

    Level Teknis Dan Sinyal Pasar

    Pada grafik USDMYR, OCBC mengidentifikasi pola *inverted head-and-shoulders* (pola grafik “kepala dan bahu terbalik” yang sering dianggap sinyal kemungkinan pembalikan ke arah naik). OCBC menandai level *resistance* (batas harga yang sering sulit ditembus ke atas) di 4.0150, 4.0330, dan 4.0560, serta level *support* (batas harga yang sering menahan penurunan) di 3.9630 dan 3.9370. OCBC menambahkan bahwa level 4.0150 selaras dengan *Fibonacci retracement* 38,2% (ukuran pantulan harga yang sering dipakai untuk memperkirakan area hambatan/dukungan) dari puncak Oktober ke titik terendah Februari, 4.0330 sesuai dengan *moving average* 100 hari (rata-rata harga 100 hari untuk melihat arah tren), dan 4.0560 selaras dengan Fibonacci retracement 50%. Level-level ini menunjukkan masih ada ruang bagi MYR untuk melemah jika penghindaran risiko berlanjut.

    Arus Portofolio Dan Imbal Hasil Relatif

    Walau harga komoditas yang mendukung, seperti kontrak berjangka (harga yang disepakati untuk transaksi di masa depan) minyak sawit mentah bertahan di atas MYR 4.000 per ton, secara teori seharusnya menguatkan Ringgit, ini belum cukup. Arus dana portofolio global terlihat lebih menentukan arah, dan dalam kondisi pasar yang menghindari risiko, modal cenderung memilih “keamanan” dolar AS. Grafik teknis USD/MYR menunjukkan pola kelanjutan yang mengarah naik. Ini berarti peluang yang lebih besar adalah dolar AS menguat lagi terhadap Ringgit. Level resistance utama yang dipantau pelaku pasar adalah 4.7500 (batas psikologis, yaitu angka bulat yang sering jadi fokus pasar) lalu 4.7950 (puncak akhir 2025). Untuk beberapa minggu ke depan, pandangan ini mendukung strategi yang diuntungkan saat kurs USD/MYR naik. Pelaku pasar dapat mempertimbangkan membeli opsi call USD/MYR (kontrak yang memberi hak, bukan kewajiban, untuk membeli pada harga tertentu) dengan *strike price* (harga patokan dalam kontrak opsi) yang menargetkan pergerakan menuju 4.7500 dan 4.8000. Instrumen ini memberi peluang keuntungan saat naik sambil membatasi risiko kerugian di kondisi yang mudah berubah. Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code