Pada bulan Februari, neraca perdagangan tahunan Selandia Baru melebar menjadi defisit NZ$3 miliar dari NZ$2,3 miliar sebelumnya.

    by VT Markets
    /
    Mar 20, 2026
    Neraca perdagangan tahunan (perbandingan dengan periode yang sama tahun sebelumnya) Selandia Baru makin defisit pada Februari. Kekurangannya sebesar NZD -3,0 miliar. Ini dibandingkan dengan defisit NZD -2,3 miliar pada periode sebelumnya. Perubahan ini menunjukkan selisih yang lebih lebar antara ekspor (barang yang dijual ke luar negeri) dan impor (barang yang dibeli dari luar negeri).

    Implikasi Defisit Perdagangan bagi Dolar Selandia Baru

    Melebarnya defisit perdagangan menjadi -3 miliar dolar adalah sinyal negatif yang jelas untuk dolar Selandia Baru. Kita perlu mengantisipasi tekanan turun pada pasangan NZD/USD (nilai tukar dolar Selandia Baru terhadap dolar AS), karena ini berarti pendapatan ekspor lebih lemah dan permintaan mata uang asing lebih kuat. Strategi yang bisa dipertimbangkan adalah mengambil posisi yang diuntungkan jika nilai dolar Selandia Baru turun. Pandangan ini didukung oleh tren komoditas global (barang mentah seperti susu, daging, minyak) yang memengaruhi ekonomi Selandia Baru yang banyak bergantung pada ekspor. Contohnya, indeks Global Dairy Trade (tolok ukur harga produk susu dunia) turun 2,8% dalam dua lelang terakhir, sehingga memperlemah prospek komoditas ekspor terbesar Selandia Baru. Faktor luar ini memperburuk data neraca perdagangan, sehingga pelemahan nilai mata uang makin mungkin terjadi. Kita ingat Bank Sentral Selandia Baru, Reserve Bank of New Zealand (RBNZ), mempertahankan Official Cash Rate/OCR (suku bunga acuan bank sentral) di 5,50% sepanjang sebagian besar 2025 untuk menekan inflasi, meski pertumbuhan melambat. Data baru yang menunjukkan pelemahan ekonomi ini bisa membuat RBNZ memakai nada lebih “dovish” (lebih condong melonggarkan kebijakan, misalnya membuka peluang menurunkan suku bunga) pada pernyataan berikutnya. Perubahan kebijakan ini dapat mempercepat penurunan NZD. Dengan kondisi ini, salah satu opsi adalah membeli opsi put NZD/USD (kontrak yang memberi hak untuk menjual NZD/USD pada harga tertentu) dengan jatuh tempo 4–6 minggu ke depan. Ini membatasi risiko sambil memanfaatkan potensi penurunan di bawah level dukungan 0,6050 (support, yaitu area harga yang sering menahan penurunan). Alternatifnya, membuka posisi short pada kontrak futures NZD (kontrak berjangka; perjanjian membeli/menjual di harga tertentu pada tanggal tertentu) adalah cara yang lebih langsung untuk mengambil peluang dari pandangan turun ini.

    Posisi Menghadapi Perubahan Perkiraan Suku Bunga

    Kami juga menilai derivatif suku bunga (kontrak keuangan yang nilainya mengikuti pergerakan suku bunga) yang mencerminkan perkiraan pasar terhadap kebijakan RBNZ. Pasar bisa mulai memasukkan peluang lebih besar pemotongan suku bunga sebelum akhir tahun, berbeda dari sentimen “lebih tinggi lebih lama” (suku bunga tinggi dipertahankan lebih lama) yang terlihat pada akhir 2025. Mengambil posisi melalui Overnight Index Swaps/OIS (swap indeks overnight; kontrak untuk menukar arus bunga tetap dengan bunga mengambang berbasis suku bunga harian) bisa menjadi cara untuk memperdagangkan perubahan perkiraan kebijakan bank sentral ini.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code