Prospek Kebijakan Federal Reserve
Federal Reserve (bank sentral AS) kemungkinan melihat data ini sebagai alasan untuk tetap bersikap “ketat” terhadap suku bunga, artinya cenderung mempertahankan suku bunga tinggi atau belum siap menurunkannya. Harapan pasar untuk pemotongan suku bunga dalam waktu dekat pada Maret atau Mei kini tampak sangat kecil. Data pasar tenaga kerja terbaru juga masih kuat: non-farm payrolls (jumlah pekerjaan baru di luar sektor pertanian) bertambah 210.000 pada Januari, sehingga Fed punya lebih banyak ruang untuk mempertahankan suku bunga tinggi guna menekan inflasi. Dalam beberapa minggu ke depan, kita bisa memperkirakan pergerakan harga yang lebih tajam (volatilitas) di futures suku bunga (kontrak yang nilainya mengikuti perkiraan suku bunga di masa depan), karena pasar mengurangi perkiraan pemotongan suku bunga pada paruh pertama tahun ini. Peluang Fed menahan federal funds rate (suku bunga acuan utama AS) tetap sampai rapat Juni kemungkinan naik di atas 80% berdasarkan harga swaps (kontrak tukar arus pembayaran yang sering dipakai untuk membaca ekspektasi suku bunga). Trader mungkin mencoba mengambil posisi untuk kondisi suku bunga “tinggi lebih lama” memakai opsi atau futures SOFR; SOFR adalah suku bunga acuan harian untuk pinjaman dengan jaminan surat utang pemerintah AS dan sering dipakai sebagai patokan pasar. Untuk pasar saham, inflasi yang sulit turun menjadi hambatan, terutama untuk saham pertumbuhan dan saham teknologi yang sensitif terhadap biaya pinjaman yang lebih mahal. Kita bisa mempertimbangkan strategi perlindungan, seperti membeli put options (hak untuk menjual pada harga tertentu; biasanya dipakai untuk lindung nilai saat harga turun) pada Nasdaq 100 (NDX) atau S&P 500 (SPX). Kenaikan VIX (indeks yang sering disebut “indikator rasa takut” karena mengukur perkiraan volatilitas pasar saham), yang baru-baru ini berada dekat level terendah beberapa tahun di sekitar 14, juga mungkin terjadi sehingga perlu diantisipasi. Kondisi ini juga memperkuat alasan dolar AS bisa lebih kuat, karena suku bunga yang lebih tinggi dibanding negara lain menarik modal asing. Melihat produk derivatif (instrumen turunan yang nilainya mengikuti aset acuan) pada pasangan mata uang seperti EUR/USD atau USD/JPY bisa menguntungkan. Kita bisa memperkirakan dollar index (DXY), yaitu indeks kekuatan dolar terhadap sekeranjang mata uang utama, menguji puncak terbaru di atas level 105.Pelajaran dari Siklus Inflasi Terbaru
Melihat kembali dari sudut pandang kita pada 2025, kita ingat perjuangan menekan inflasi pada 2022 dan 2023. Periode itu menunjukkan bahwa bagian terakhir untuk mengembalikan inflasi ke target 2% adalah yang paling sulit. Data Januari ini menunjukkan pelajaran tersebut masih sangat relevan, dan kita tidak boleh meremehkan ketegasan Fed.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.