Peningkatan Neraca Perdagangan
Neraca perdagangan menyempit, meningkat sebesar $10,44 miliar atau 10,83%. Total ekspor turun sebesar $1,1 miliar, mencatatkan penurunan sebesar 0,61%. Ekspor Makanan, Pakan, dan Minuman meningkat sebesar 4,50%, sedangkan ekspor Suplai Industri turun sebesar 8,65%. Barang Modal meningkat sebesar 0,33%, dan Kendaraan Otomotif naik sebesar 3,59%. Barang Konsumen dan Barang Lainnya tumbuh masing-masing sebesar 1,42% dan 5,09%. Total impor menurun sebesar $11,18 miliar atau 4,06%. Impor Makanan, Pakan, dan Minuman menurun sebesar 2,82%, sementara impor Suplai Industri mengalami penurunan sebesar 5,60%. Impor Barang Modal turun sebesar 0,98%, Kendaraan Otomotif sebesar 1,93%, dan Barang Konsumen sebesar 3,11%. Impor Barang Lainnya menurun sebesar 1,73%. Neraca perdagangan yang jauh lebih kecil dari yang diperkirakan pada bulan Juni ini menyesatkan. Kita melihat bahwa ini didorong oleh penurunan besar sebesar $11,5 miliar dalam impor, bukan lonjakan pada ekspor. Ini menunjukkan adanya perlambatan dalam permintaan konsumen dan bisnis di AS, yang merupakan tanda peringatan bagi ekonomi.Kelemahan Permintaan Global
Sinyal yang paling mengkhawatirkan adalah penurunan tajam 8,65% dalam ekspor suplai industri. Ini adalah indikator kuat bahwa permintaan global untuk barang mentah dan barang jadi melemah secara signifikan. Ini bukan hanya masalah domestik; ini mencerminkan penurunan yang lebih luas dalam sektor manufaktur global. Data perdagangan ini mengonfirmasi tren-tren terbaru yang telah kita amati. Laporan Non-Farm Payrolls terbaru menunjukkan penciptaan lapangan kerja melambat menjadi hanya 150.000, dan data PMI manufaktur terbaru dari Eropa dan Cina menunjukkan kontraksi. Secara keseluruhan, faktor-faktor ini menggambarkan gambaran perlambatan global yang sinkron semakin mendapatkan momentum. Mengingat tanda-tanda kelemahan ekonomi ini, kami percaya bahwa imbal hasil Treasury AS kemungkinan akan turun dalam beberapa minggu ke depan. Trader harus mempertimbangkan untuk membeli opsi call pada ETF obligasi seperti TLT untuk mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga obligasi. Sementara dolar AS mungkin mengalami sedikit peningkatan karena angka defisit utama, kami memperkirakan akan melemah jika Federal Reserve mulai memberikan sinyal pemotongan suku bunga di masa depan sebagai respons terhadap perlambatan. Untuk pasar saham, data ini bersifat negatif, terutama untuk sektor siklis. Kami mempertimbangkan untuk membeli opsi put pada ETF sektor industri (XLI) dan barang konsumsi diskresioner (XLY) karena mereka paling terpapar pada perlambatan ini. Peningkatan ketidakpastian pasar yang luas juga menjadikan pembelian opsi call VIX sebagai lindung nilai yang masuk akal terhadap kemungkinan penurunan pasar saham. Keterpurukan dalam perdagangan suplai industri merupakan dampak langsung terhadap permintaan komoditas. Kami mengantisipasi ini akan memberikan tekanan penurunan pada harga minyak mentah dan logam industri seperti tembaga. Trader derivatif bisa melihat untuk melakukan short pada kontrak berjangka komoditas atau membeli opsi put pada ETF komoditas terkait untuk memposisikan diri terhadap kelemahan yang diharapkan ini.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.