Implikasi Untuk Kebijakan The Fed
Pertumbuhan upah 3,5% yang lebih rendah dari perkiraan menunjukkan pasar tenaga kerja (kondisi perekrutan dan ketersediaan pekerja) mendingin lebih cepat dari yang diduga. Ini mengurangi tekanan pada Federal Reserve (bank sentral AS) untuk mempertahankan sikap ketatnya (kebijakan suku bunga tinggi agar inflasi turun). Kami melihat ini sebagai sinyal positif untuk aset berisiko (investasi yang harganya mudah naik-turun seperti saham) karena menurunkan kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut. Pasar futures (kontrak untuk membeli/menjual di harga tertentu pada masa depan) sudah bereaksi. Peluang pemotongan suku bunga pada Juni 2026 kini diperkirakan di atas 70%, naik dari 50% minggu lalu menurut data CME Group (bursa derivatif besar di AS). Ini mengikuti data CPI Februari 2026 (indeks harga konsumen/ukuran inflasi) yang menunjukkan inflasi inti (inflasi tanpa makanan dan energi yang biasanya lebih naik-turun) tetap tinggi di 3,1%, sehingga laporan pekerjaan ini menjadi penting. Kita sebaiknya melihat opsi pada futures SOFR (kontrak berbasis SOFR, yaitu suku bunga acuan untuk pinjaman jangka pendek dalam dolar AS) untuk mengambil posisi jika imbal hasil (yield, yaitu tingkat hasil dari obligasi) turun lebih jauh. Jalur yang lebih jelas menuju pelonggaran kebijakan moneter (kebijakan untuk menurunkan suku bunga/menambah likuiditas) seharusnya menekan volatilitas pasar (besar-kecilnya naik-turun harga). Indeks VIX (ukur ketakutan pasar/ekspektasi volatilitas saham AS), saat ini di sekitar 14, kemungkinan turun karena ketidakpastian suku bunga berkurang. Ini berbeda dari volatilitas tinggi sepanjang 2025 ketika waktu perubahan arah kebijakan The Fed masih diperdebatkan. Sektor yang fokus pada pertumbuhan, terutama teknologi, paling diuntungkan dari kemungkinan biaya pinjaman lebih rendah. Nasdaq 100 (indeks saham teknologi besar AS) secara historis berkinerja lebih baik ketika imbal hasil obligasi jangka panjang turun, seperti yang terlihat saat perubahan arah pasar pada kuartal terakhir 2023. Kami menilai opsi call (hak untuk membeli aset di harga tertentu sebelum jatuh tempo) pada ETF (reksa dana yang diperdagangkan di bursa) bertema teknologi kini lebih menarik untuk kuartal berikutnya.Dolar Dan Penempatan Posisi Valas
Pandangan The Fed yang lebih dovish (lebih cenderung menurunkan suku bunga) kemungkinan menekan dolar AS. Dollar Index (DXY, indeks kekuatan dolar terhadap sekeranjang mata uang) sudah turun 0,5% hari ini menjadi 103,50 setelah berita ini. Kami memperkirakan tren ini berlanjut, sehingga opsi put (hak untuk menjual aset di harga tertentu sebelum jatuh tempo) pada DXY atau posisi beli di EUR/USD (membeli euro terhadap dolar) menjadi strategi yang menarik.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.