Memantau Kesehatan Ekonomi
Analis akan melacak tren impor untuk menilai kesehatan ekonomi dan potensi pertumbuhan Indonesia. Perubahan ini mungkin memengaruhi pandangan tentang jalur ekonomi masa depan negara. Data impor bulan November 2025, yang menunjukkan perubahan dari penurunan 1,15% menjadi kenaikan 0,46%, menunjukkan penguatan permintaan domestik. Ini bisa memberikan tekanan penurunan sementara pada Rupiah Indonesia karena lebih banyak mata uang asing yang diperlukan untuk pembelian ini. Oleh karena itu, kita perlu memantau pasangan USD/IDR, yang telah stabil di sekitar level 15.900 selama sebulan terakhir, untuk kemungkinan kenaikan lebih tinggi. Tanda ketahanan ekonomi ini membuat pemotongan suku bunga oleh Bank Indonesia dalam waktu dekat tampak kurang mungkin. BI mempertahankan suku bunga kuncinya di 6,00% hingga akhir 2025, dan kekuatan impor ini, bersama dengan inflasi yang rata-rata 2,8% tahun lalu, mendukung keputusan untuk tetap menahan suku bunga. Pasar swap suku bunga kemungkinan akan mengurangi harapan tentang pemotongan awal pada 2026.Menilai Neraca Perdagangan
Kita perlu menunggu angka lengkap neraca perdagangan untuk mendapatkan gambaran yang jelas. Surplus perdagangan Indonesia telah menyusut, mencapai terendah $1,5 miliar pada pertengahan 2025, dan satu bulan lagi dengan peningkatan impor tanpa kenaikan ekspor yang sepadan dapat membebani mata uang. Kinerja ekspor komoditas utama seperti minyak sawit dan batubara, yang menyumbang lebih dari 35% pendapatan ekspor tahun lalu, akan sangat penting. Tanda-tanda yang saling bertentangan antara ekonomi yang lebih kuat namun potensi kelemahan mata uang menunjukkan peningkatan volatilitas pasar. Volatilitas yang disarankan pada opsi USD/IDR kemungkinan akan meningkat seiring trader bersiap untuk kemungkinan pergerakan harga. Lingkungan ini mendukung strategi yang dapat meraup keuntungan dari pergerakan yang meningkat daripada taruhan arah yang jelas.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.