Pada Februari, output industri Rusia turun 0,9%, meleset dari perkiraan pertumbuhan 1,1%

    by VT Markets
    /
    Mar 25, 2026
    Output industri Rusia turun 0,9% pada Februari. Ini lebih rendah dari perkiraan yang seharusnya naik 1,1%. Data ini menunjukkan produksi turun, bukan naik. Angka ini menandakan aktivitas pabrik yang lebih lemah pada bulan tersebut. Angka output industri Februari yang berada di -0,9% (dibanding perkiraan pertumbuhan 1,1%) menunjukkan retakan besar pada kestabilan ekonomi Rusia. Penurunan yang tidak terduga ini berarti masalah dasarnya kemungkinan lebih parah daripada yang sudah diperhitungkan pasar. Kita bisa memperkirakan sentimen negatif (bearish: ekspektasi harga turun) terhadap aset yang terkait Rusia dalam beberapa minggu ke depan. Data ini memberi tekanan langsung pada rubel (mata uang Rusia). Kami memantau apakah USD/RUB (pasangan nilai tukar dolar AS terhadap rubel) bisa menembus dan bertahan di atas 98. Bank Sentral Rusia kesulitan mempertahankan level 95, dan dengan cadangan devisa (simpanan mata uang asing untuk stabilisasi) yang dilaporkan turun 2% pada kuartal lalu, kemampuan untuk intervensi (aksi membeli/menjual mata uang untuk menahan kurs) makin melemah. Ini bisa dilihat sebagai peluang untuk mengambil posisi untung saat rubel melemah melalui futures (kontrak berjangka: perjanjian membeli/menjual di harga tertentu pada waktu tertentu) atau dengan membeli call option pada USD/RUB (opsi beli: hak, bukan kewajiban, untuk membeli pada harga tertentu). Untuk saham, laporan negatif ini membuat put option pada Indeks MOEX Rusia menarik. Put option (opsi jual: hak, bukan kewajiban, untuk menjual pada harga tertentu) biasanya diuntungkan saat harga turun. Situasi serupa terjadi pada pertengahan 2025 ketika serangkaian laporan manufaktur yang lemah diikuti koreksi 7% pada indeks selama enam minggu berikutnya. Ini adalah bulan ketiga berturut-turut data industri yang mengecewakan, sehingga memperkuat cerita tentang penurunan yang berkelanjutan yang belum sepenuhnya tercermin di pasar saham. Di sisi komoditas, kelemahan ini bisa berarti permintaan energi dalam negeri lebih rendah, sehingga produsen terdorong mengekspor lebih banyak minyak mentah Urals dengan harga diskon (lebih murah dari patokan). Selisih harga (spread: perbedaan harga) antara minyak Urals dan Brent (patokan harga minyak global) sudah melebar menjadi US$19 per barel bulan ini, gap terbesar sejak akhir 2025. Tren ini bisa makin cepat, menciptakan peluang untuk “short” (posisi yang untung jika harga turun) pada perusahaan energi yang sangat bergantung pada penjualan domestik. Secara keseluruhan, jarak antara kondisi ekonomi dan ekspektasi pasar makin lebar, yang mengarah pada kenaikan volatilitas (naik-turunnya harga). Volatilitas tersirat (implied volatility: perkiraan volatilitas yang tercermin dari harga opsi) pada opsi untuk saham-saham besar Rusia sudah naik lebih dari 10% pada Maret 2026. Kondisi ini mendukung strategi seperti straddle (strategi opsi membeli call dan put sekaligus di harga kesepakatan yang sama, untuk untung dari pergerakan besar ke salah satu arah) saat pasar mencerna informasi baru ini.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code