Pergerakan Pasar November
November menghadirkan pergerakan pasar yang tidak terduga, mengingatkan pada naskah yang tidak beraturan yang menjaga trader tetap waspada. Ripple telah mempertahankan rentang perdagangan yang ketat, antara $2,15 dan $2,30, selama beberapa hari berturut-turut, menunjukkan ketegangan antara kekuatan pasar yang berlawanan. Berbagai data ekonomi, termasuk ISM PMIs, lapangan kerja ADP, dan angka inflasi PCE inti, kemungkinan akan mempengaruhi ekspektasi pasar dalam beberapa hari ke depan. CPI zona Euro, GDP Australia, dan data ketenagakerjaan Kanada tetap menjadi indikator penting untuk diperhatikan.Dolar AS dan Harapan Federal Reserve
Dengan Dolar AS secara umum melemah, ada harapan yang besar untuk pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve pada bulan Desember. Pasar memperkirakan kemungkinan 85% untuk pengurangan sebesar 25 basis poin, sebuah langkah yang akan menjadi pemangkasan pertama sejak pergeseran kebijakan besar di awal 2020-an. Sikap dovish ini adalah penggerak utama di balik likuiditas pasar saat ini dan selera risiko. Trader harus memantau pasangan EUR/USD dengan cermat saat tantangan terhadap Rata-rata Bergerak Sederhana 200 hari yang tepat di atas level 1,1600. Penetrasi yang bertahan di atas rintangan teknis ini dapat memicu gelombang pembelian baru, membuat opsi call menjadi strategi yang menarik. Pergerakan ini adalah konsekuensi langsung dari sentimen Dolar AS yang lemah yang mendominasi pasar mata uang. Lingkungan saat ini sangat mendukung untuk logam mulia, dengan Emas kini menguji level $4,250. Level harga yang luar biasa ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan dengan apa yang kita lihat hanya sedikit lebih dari setahun yang lalu pada akhir 2024. Peningkatan ini didorong oleh harapan akan suku bunga yang lebih rendah, yang mengurangi biaya peluang dari memegang emas yang tidak memberikan hasil. Sementara kenaikan Emas sangat kuat, lonjakan terbaru Perak ke level tertinggi di atas $57,50 perlu diwaspadai. Indeks Kekuatan Relatif (RSI) kini berada dalam wilayah overbought yang parah, menyarankan bahwa rally ini overextended dan rentan terhadap penarikan tajam. Trader harus mempertimbangkan untuk merealisasikan keuntungan atau melindungi posisi long dengan opsi put, karena koreksi bisa segera terjadi. Berpindah ke wilayah Asia-Pasifik, prospeknya kurang optimis dan menawarkan peluang jelas untuk posisi bearish. Laba perusahaan Australia stagnan dengan pertumbuhan 0% pada kuartal ketiga 2025, sebuah kekurangan signifikan dari 1,7% yang diharapkan. Ini mengikuti pertumbuhan GDP yang sangat rendah sebesar 0,2% yang dilaporkan oleh Biro Statistik Australia untuk kuartal kedua, menciptakan gambaran tentang ekonomi yang melambat. Kelemahan ini diperparah oleh data terbaru dari China, mitra dagang terbesar Australia. PMI manufaktur China untuk bulan November turun menjadi 49,9, menandai kontraksi selama tiga bulan berturut-turut. Untuk trader derivatif, kombinasi laba domestik yang buruk dan permintaan eksternal yang negatif menunjukkan kasus yang kuat untuk menjual Dolar Australia, mungkin melalui futures atau opsi put pada AUD/USD. Sebaliknya, Bank of Japan memberi sinyal kemungkinan kenaikan suku bunga jika proyeksi ekonominya terbukti benar. Perbedaan kebijakan antara Fed yang dovish dan BOJ yang berpotensi hawkish menciptakan pengaturan yang menarik. Kami percaya trader harus mencari strategi yang mendukung Yen Jepang yang lebih kuat terhadap Dolar AS yang lebih lemah, seperti menjual pasangan mata uang USD/JPY.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.