Indeks Harga Produsen (month-on-month/bulan ke bulan) Amerika Serikat tercatat 0,5% pada Maret. Angka ini di bawah perkiraan 1,2%.
Hasil ini menunjukkan harga di tingkat produsen naik lebih lambat dari perkiraan pada bulan tersebut. Selisih antara angka aktual (0,5%) dan ekspektasi (1,2%) adalah 0,7 poin persentase.
Rilis Indeks Harga Produsen (PPI/Producer Price Index, ukuran perubahan harga barang dan jasa di tingkat produsen atau grosir) Maret sebesar 0,5% jauh di bawah perkiraan 1,2%. Ini mengindikasikan tekanan inflasi (kenaikan harga) di tingkat grosir mulai mereda. Data yang lebih lemah ini langsung mengubah pandangan pasar soal kebijakan Federal Reserve (bank sentral AS). CME FedWatch Tool (alat yang membaca peluang keputusan suku bunga Fed dari harga kontrak berjangka) kini menunjukkan probabilitas kenaikan suku bunga pada Juni turun dari di atas 70% pekan lalu menjadi 40% pagi ini.
Informasi baru ini membuat posisi beli pada derivatif suku bunga (instrumen turunan untuk mengambil posisi atas arah suku bunga) lebih menarik, karena pasar mulai mengurangi perkiraan pengetatan agresif. Pertimbangkan membeli kontrak berjangka SOFR (Secured Overnight Financing Rate, acuan suku bunga pasar uang AS yang menggantikan LIBOR) atau kontrak berjangka Treasury Note AS tenor 2 tahun (ZT, kontrak berjangka atas obligasi pemerintah AS 2 tahun), yang biasanya diuntungkan ketika ekspektasi suku bunga turun. Pada paruh kedua 2025, pola serupa pernah terjadi: data inflasi yang lebih lunak mendahului reli besar harga obligasi.
Untuk pasar saham, Fed yang kurang agresif biasanya menjadi sentimen positif. Kondisi ini menurunkan tingkat diskonto (angka untuk menghitung nilai saat ini dari laba masa depan), sehingga terutama menguntungkan sektor pertumbuhan seperti teknologi. Pertimbangkan posisi untuk potensi reli Nasdaq 100 dengan membeli opsi call (hak membeli pada harga tertentu) atau call spread (strategi membeli dan menjual opsi call pada strike berbeda untuk membatasi biaya dan potensi keuntungan) pada indeks dalam beberapa pekan ke depan.
Volatilitas pasar (besarnya naik-turun harga) juga berpotensi turun karena kekhawatiran kenaikan suku bunga mereda. Indeks Volatilitas CBOE (VIX, sering disebut “indeks ketakutan” karena mengukur volatilitas tersirat dari opsi S&P 500) yang sempat tinggi di sekitar 19 berpeluang turun ke area 16 seperti awal tahun. Melakukan posisi jual pada kontrak berjangka VIX atau membeli opsi put (hak menjual pada harga tertentu) pada produk terkait volatilitas bisa menjadi cara untuk memanfaatkan potensi pasar yang lebih tenang.
Data ini kemungkinan menekan dolar AS karena selisih suku bunga dengan negara lain mengecil. Indeks Dolar (DXY, ukuran kekuatan dolar terhadap sekeranjang mata uang utama) sudah turun menembus level kunci 104,00 merespons berita tersebut. Pelemahan lanjutan berpotensi terjadi, sehingga posisi jual dolar terhadap mata uang seperti euro atau yen Jepang bisa dipertimbangkan.