Risiko Intervensi Yen
Trader juga memantau kemungkinan tindakan Jepang untuk mendukung Yen jika pelemahan berlanjut. Diplomat mata uang utama Jepang, Atsushi Mimura, mengatakan pekan lalu bahwa pejabat dapat mengambil langkah “tegas” jika pergerakan spekulatif (perdagangan jangka pendek yang bertaruh pada arah harga demi untung cepat) terus terjadi. Yen adalah salah satu mata uang yang paling sering diperdagangkan. Nilainya dipengaruhi oleh kinerja ekonomi Jepang, kebijakan Bank of Japan/BoJ (bank sentral Jepang), selisih imbal hasil obligasi (perbedaan tingkat keuntungan obligasi pemerintah), dan sentimen risiko (suasana pasar: berani ambil risiko atau mencari aman). BoJ menjalankan kebijakan moneter sangat longgar (suku bunga rendah dan banyak dukungan likuiditas) dari 2013 hingga 2024, yang melemahkan Yen. Setelah kebijakan itu mulai dikurangi secara bertahap, Yen mendapat sedikit dukungan. Selisih yang lebih lebar antara imbal hasil obligasi pemerintah 10 tahun AS dan Jepang cenderung menguntungkan Dolar AS. Namun perubahan kebijakan BoJ pada 2024 dan penurunan suku bunga di negara lain telah mempersempit selisih itu. Yen juga sering dianggap sebagai aset “safe-haven” (aset yang biasanya dicari saat pasar panik) ketika pasar tegang. Melihat kembali situasi awal 2025, kurs USD/JPY sempat menguji level penting 160. Ini didorong oleh gabungan ketegangan geopolitik AS-Iran dan selisih suku bunga yang lebar antara AS dan Jepang. Peringatan dari BoJ saat itu menjadi sinyal bahwa level tersebut dinilai tidak akan bertahan.Perubahan Perbedaan Arah Kebijakan
Peringatan itu bukan sekadar kata-kata. Tak lama setelah periode tersebut, terjadi intervensi besar (aksi pemerintah/ bank sentral masuk pasar valuta asing untuk memengaruhi nilai mata uang), mirip dengan ¥9,79 triliun yang dikeluarkan pada musim semi 2024 untuk mempertahankan mata uang. Riwayat tindakan tegas ini membuat trader sangat berhati-hati, karena selalu ada risiko USD/JPY turun tajam secara tiba-tiba. Trader yang memegang posisi long USD/JPY (bertaruh USD/JPY naik) perlu mempertimbangkan contoh terbaru ini. Per tanggal 6 April 2026, kondisi dasar (fundamental: faktor ekonomi dan kebijakan yang memengaruhi harga) terus bergerak kurang mendukung dolar. Bank sentral AS, Federal Reserve/Fed, menghentikan siklus kenaikan suku bunga, dengan inflasi melambat menuju 2,5%. Sementara itu BoJ melanjutkan normalisasi (mengembalikan kebijakan dari sangat longgar ke lebih “normal”) secara perlahan, dengan dua kenaikan suku bunga kecil sejak menghentikan kebijakan suku bunga negatif (suku bunga di bawah 0%). Hal ini membuat selisih imbal hasil obligasi 10 tahun AS dan Jepang menyempit, sehingga daya tarik carry trade (strategi meminjam mata uang berbunga rendah untuk membeli mata uang berbunga lebih tinggi) yang sebelumnya menguntungkan dolar menjadi berkurang. Kondisi ini menunjukkan volatilitas tersirat (perkiraan gejolak harga ke depan yang tercermin dari harga opsi) pada opsi USD/JPY akan tetap tinggi dalam beberapa pekan. Trader dapat mempertimbangkan membeli opsi call JPY (hak untuk membeli Yen pada harga tertentu) atau opsi put USD/JPY (hak untuk menjual USD/JPY pada harga tertentu) untuk lindung nilai (hedging: melindungi dari risiko) atau mengambil peluang jika Yen kembali menguat tajam. Data posisi spekulatif dari CFTC (lembaga AS yang memantau pasar derivatif) masih menunjukkan posisi net short terhadap Yen (lebih banyak taruhan Yen turun daripada naik), meski sudah berkurang. Posisi seperti ini rentan squeeze (harga bergerak berlawanan sehingga pelaku pasar terpaksa menutup posisi, mempercepat pergerakan). Meski lonjakan geopolitik bisa membuat arus dana sementara mencari aman ke dolar AS, tren kebijakan moneter saat ini justru menjadi hambatan bagi pasangan ini. Perlu diantisipasi bahwa kenaikan kembali ke area 155–160 akan dihadapi peringatan lisan yang lebih kuat dan peluang lebih besar adanya aksi langsung di pasar dari otoritas Jepang. Karena itu, strategi derivatif (strategi memakai instrumen turunan seperti opsi dan futures) sebaiknya condong ke penguatan Yen, atau setidaknya disusun untuk melindungi dari penurunan cepat pada pasangan USD/JPY.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.