Risiko Inflasi dan Perkiraan Kebijakan The Fed
Emas tertekan karena kenaikan harga minyak mentah meningkatkan kekhawatiran inflasi di AS. Ini membuat pasar semakin yakin bahwa Federal Reserve (The Fed/bank sentral AS) bisa mempertahankan suku bunga lebih tinggi lebih lama, yang biasanya membebani aset yang tidak memberi bunga seperti emas. The Fed diperkirakan mempertahankan suku bunga pada rapat 17–18 Maret. Banyak ekonom memperkirakan pemangkasan suku bunga berikutnya akan tertunda hingga Juni atau Juli 2026. Gubernur The Fed Christopher Waller mengatakan kenaikan harga minyak terlihat “lebih seperti kejadian sekali saja” dan mungkin tidak perlu respons kebijakan. Ia juga menyoroti ketidakpastian jika konflik berlanjut dan harga minyak terus naik. Data tenaga kerja AS yang lebih lemah dapat membatasi penguatan Dolar AS lebih lanjut. Laporan Nonfarm Payrolls (NFP)—data jumlah pekerjaan baru di luar sektor pertanian—Februari menunjukkan penurunan 92.000, sementara Tingkat Pengangguran naik menjadi 4,4% dari 4,3% pada Januari.Strategi Opsi Menjelang CPI dan Pekan The Fed
Dengan emas turun kembali ke level $5,050, pasar memberi sinyal yang saling bertentangan menjelang agenda penting pekan ini. Fokus utama adalah laporan inflasi CPI pada Rabu, yang akan sangat memengaruhi sikap The Fed pada rapat pekan depan. Kondisi ini menunjukkan bahwa naik-turun harga yang tajam adalah peluang utama saat ini. Karena ketidakpastian, ada nilai pada strategi yang untung dari pergerakan harga besar, tanpa harus menebak arahnya. Lonjakan terbaru minyak WTI—minyak mentah patokan AS—ke atas $110 per barel mendorong volatilitas tersirat pada opsi emas (perkiraan naik-turun harga yang tercermin dari harga opsi) ke level tertinggi dalam enam bulan. Ini membuat strategi seperti membeli straddle pada ETF GLD menjadi menarik. Straddle adalah membeli opsi beli dan opsi jual sekaligus, sehingga bisa untung jika harga bergerak tajam setelah data inflasi rilis, tanpa perlu menebak arah. Jika kita percaya The Fed tetap fokus pada inflasi, maka laporan pekerjaan yang lebih lemah dari perkiraan akan dianggap sebagai kejadian sekali saja. Pada 2023, The Fed tetap ketat meski sebagian ekonomi melambat, pola yang bisa terulang. Dalam skenario ini, membeli opsi put (opsi jual) atau membuat bear put spread (strategi opsi yang mencari untung saat harga turun, dengan menekan biaya) pada kontrak berjangka emas (GC) adalah cara yang masuk akal untuk bersiap terhadap penurunan lanjutan. Sebaliknya, laporan hilangnya 92.000 pekerjaan pada Februari adalah retakan besar dalam cerita pasar tenaga kerja. Jika ini awal tren, The Fed bisa terdorong beralih lebih cepat ke pemangkasan suku bunga daripada perkiraan pasar pada Juni atau Juli. Untuk ini, membeli opsi call out-of-the-money (opsi beli dengan harga kesepakatan di atas harga saat ini; lebih murah tetapi butuh kenaikan besar) bisa menjadi cara bertaruh berbiaya relatif rendah untuk potensi pantulan tajam harga emas. Bagi trader yang sudah memegang posisi beli emas, membeli put pelindung sebelum rapat The Fed adalah lindung nilai yang masuk akal terhadap risiko penurunan lebih lanjut. Kami juga memantau Indeks Dolar AS (DXY)—ukuran kekuatan dolar terhadap beberapa mata uang utama—yang baru-baru ini naik di atas level 107, menjadi penghambat besar bagi emas. Tanda dolar melemah akan menjadi sinyal kuat untuk menambah posisi yang mengincar kenaikan. Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.