Pada pertemuan bulan Juli, Bank of Japan mempertahankan suku bunga di tengah kondisi ekonomi yang tidak pasti dan inflasi.

    by VT Markets
    /
    Aug 8, 2025
    Bank of Japan mempertahankan suku bunga tetap di 0,5% dalam pertemuan Juli. Beberapa anggota dewan menunjukkan pandangan yang berbeda mengenai kenaikan suku bunga tergantung pada proyeksi ekonomi dan harga yang terjadi. Ada seruan untuk penilaian hati-hati, mengingat ketidakpastian dalam kebijakan perdagangan dan inflasi. Beberapa anggota menekankan perlunya menjaga dukungan untuk ekonomi, menunjukkan potensi pengaruh kebijakan moneter AS dan tarif perdagangan.

    Poin Diskusi Inflasi

    Inflasi dan harapan harga menjadi poin diskusi utama, dengan beberapa anggota mencatat dampak dari peningkatan harga makanan dan bensin terhadap sensitivitas konsumen. Inflasi keseluruhan di Jepang telah tetap di atas target 2% selama lebih dari tiga tahun, yang menimbulkan kekhawatiran tentang kenaikan lebih lanjut. Pemerintah menurunkan proyeksi pertumbuhannya, mencerminkan dampak tarif AS dan tekanan inflasi yang terus berlanjut. Kekhawatiran muncul tentang ketergantungan Jepang pada pemulihan yang didorong oleh konsumsi di tengah penurunan upah yang disesuaikan dengan inflasi. Ringkasan Opini memberikan wawasan tentang diskusi internal mengenai kondisi ekonomi domestik dan global. Dokumen ini menjadi pendahulu untuk Notulen resmi, yang akan memberikan catatan lebih rinci tentang pertemuan tersebut. Ringkasan dirilis segera setelah pertemuan, sementara Notulen mengikuti setelah sebulan. Catatan ini secara kolektif memberikan perspektif yang diperbarui dan terperinci tentang strategi ekonomi Jepang. Berdasarkan ringkasan pertemuan Juli, terlihat bahwa Bank of Japan terpecah secara publik mengenai langkah berikutnya. Meskipun keputusan untuk mempertahankan suku bunga di 0,5% disetujui secara bulat, pandangan yang mendasarinya menunjukkan perpecahan yang jelas antara mereka yang ingin menaikkan suku bunga segera dan mereka yang meminta kehati-hatian. Perpecahan ini menciptakan suasana ketidakpastian, yang dapat dimanfaatkan oleh trader derivatif di minggu-minggu mendatang.

    Pasar dan Prospek Masa Depan

    Kasus untuk penundaan kenaikan suku bunga sangat kuat dan tampaknya menjadi kasus dasar pasar saat ini. Data terbaru menunjukkan pendapatan tunai riil turun 1,2% tahun-ke-tahun pada Juni 2025, menandai penurunan bulan keenam berturut-turut saat inflasi melampaui pertumbuhan upah. Ini langsung mendukung anggota dewan yang khawatir tentang konsumsi, ketakutan yang diperkuat ketika angka penjualan ritel bulan Juli menunjukkan penurunan bulan kedua berturut-turut. Namun, anggota yang hawkish memiliki poin yang tidak bisa diabaikan. CPI Inti nasional terbaru untuk bulan Juli adalah 2,8%, yang berarti inflasi tetap keras di atas target 2% selama lebih dari tiga tahun, meningkatkan kekhawatiran bahwa inflasi ini dapat terjebak. Setiap data ekonomi yang lebih kuat dari yang diharapkan, terutama di bidang upah, dapat dengan cepat mengubah sentimen dan memicu pergerakan tajam ke atas pada yen. Ringkasan tersebut jelas menunjukkan bahwa data ekonomi AS adalah faktor utama dalam pemikiran BOJ. Oleh karena itu, laporan inflasi dan pekerjaan AS yang akan datang akan menjadi pemicu kritis untuk volatilitas USD/JPY. Misalnya, angka pekerjaan AS yang lebih lemah dari yang diharapkan dapat melemahkan dolar dan memperkuat sentimen hawkish BOJ, menciptakan pergerakan signifikan ke bawah pada pasangan mata uang ini. Lingkungan ketidakpastian yang meningkat ini menjadikan strategi membeli volatilitas menarik. Dengan dewan BOJ yang terpecah dan sensitivitas tinggi terhadap data eksternal, strategi opsi seperti long straddles atau strangles pada USD/JPY dapat berkinerja baik. Posisi ini akan mendapatkan keuntungan dari pergerakan harga besar ke arah mana pun, yang tampaknya lebih mungkin terjadi dibandingkan dengan periode tenang. Trader juga harus memantau pasar Obligasi Pemerintah Jepang (JGB) dengan sangat cermat. Debat mengenai kenaikan suku bunga lebih lanjut berdampak langsung pada hasil JGB, dan retorika kejutan dapat menyebabkan pergerakan tajam. Perhatikan sinyal tentang penyesuaian masa depan pada kontrol kurva hasil, yang dapat mendahului perubahan suku bunga kebijakan yang sebenarnya. Dalam beberapa minggu ke depan, kami akan mendapatkan notulen yang lebih rinci dari pertemuan Juli ini. Hingga saat itu, pasar akan melakukan perdagangan berdasarkan spekulasi dan rilis data utama seperti survei Tankan berikutnya dan angka inflasi bulan Agustus. Setiap penyimpangan dari ekspektasi dalam laporan ini kemungkinan akan menyebabkan reaksi pasar yang berlebihan mengingat ketidakpastian Bank saat ini. Buat akun VT Markets Anda sekarang dan mulai berdagang.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    Chatbots