Likuiditas Dolar Mendukung Permintaan Aset Aman
Tim mengatakan **likuiditas** USD (kemudahan dibeli/dijual cepat tanpa banyak mengubah harga) mendukung permintaan saat periode tekanan. Tim juga menyebut USD relatif stabil pada paruh kedua tahun lalu, setelah penurunan April 2025 yang terkait pengumuman tarif AS (pajak atas barang impor). Rabobank memperkirakan kekhawatiran tentang penurunan dolar dalam jangka panjang akan mereda. Ini bisa mengurangi keengganan pasar untuk menahan posisi **long USD** (posisi yang diuntungkan jika nilai dolar naik). Untuk sisa tahun ini, Rabobank melihat ketidakpastian tentang bagaimana **Federal Reserve/The Fed** (bank sentral AS) merespons tekanan politik untuk menurunkan suku bunga saat inflasi naik. Rabobank mengaitkan risiko inflasi dengan penutupan Selat Hormuz dan naiknya biaya energi serta pupuk yang memengaruhi **rantai pasok** (alur pengadaan hingga distribusi barang), termasuk distribusi dan pemrosesan.Posisi Menghadapi Gejolak Dalam Beberapa Minggu Ke Depan
Ketegangan di sekitar Selat Hormuz berarti kita harus bersiap menghadapi **volatilitas** pasar (pergerakan harga yang naik-turun tajam) dalam beberapa minggu ke depan. Ini bukan saatnya bertaruh pada satu arah yang pasti, tetapi memakai strategi yang bisa untung dari perubahan harga. Kita bisa mempertimbangkan membeli **straddle** atau **strangle** (strategi **opsi**/kontrak hak beli-jual yang dapat untung jika harga bergerak besar ke salah satu arah) pada pasangan mata uang utama, yang diuntungkan bila terjadi pergerakan besar saat pasar mencerna berita dari kawasan tersebut. Situasi The Fed kini lebih rumit karena harus menyeimbangkan inflasi akibat kenaikan biaya energi dengan dorongan politik untuk pelonggaran. Ketidakpastian ini membuat hasil rapat **FOMC** (komite penentu kebijakan suku bunga The Fed) menjadi sumber potensi gejolak pasar. Kita bisa memakai **derivatif** (kontrak keuangan yang nilainya mengikuti aset lain) pada **Fed Funds futures** (kontrak berjangka yang mencerminkan perkiraan suku bunga The Fed) untuk mengambil posisi jika perubahan suku bunga ternyata lebih besar dari perkiraan, karena pembuat kebijakan dipaksa bereaksi tegas terhadap inflasi atau tekanan politik. Biaya energi dan pupuk yang lebih tinggi akan menyebar ke ekonomi global, menciptakan pemenang dan pecundang. Kita bisa memakai **futures/kontrak berjangka** (kontrak membeli/menjual di harga tertentu untuk tanggal tertentu) untuk mengambil posisi **long** pada minyak mentah, sambil mempertimbangkan **short** (posisi yang untung jika nilai turun) pada mata uang negara berkembang yang bergantung pada energi dan paling terdampak. Kita melihat pola serupa saat guncangan global sebelumnya, misalnya 2020, ketika modal keluar dari ekonomi yang lebih berisiko dan masuk ke dolar.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.