Para trader menimbang peluang kenaikan suku bunga BoJ, membuat EUR/JPY bertahan di dekat 183,80 setelah pelemahan sebelumnya, di bawah 184,00

    by VT Markets
    /
    Apr 6, 2026
    EUR/JPY hampir tidak berubah dalam perdagangan Asia pada hari Senin, di dekat 183,80, setelah turun sedikit pada sesi sebelumnya. Pasangan ini bisa melemah lebih jauh jika Yen Jepang menguat karena perkiraan Bank of Japan (BoJ, bank sentral Jepang) akan memperketat kebijakan pada April. Perkiraan ini terkait dengan tekanan inflasi (kenaikan harga umum) yang meningkat karena biaya energi yang lebih tinggi. Dana Moneter Internasional (IMF, lembaga global yang memantau dan membantu stabilitas ekonomi) mendukung langkah BoJ saat ini untuk menaikkan suku bunga setelah konsultasi kebijakan pada hari Jumat.

    IMF Mendukung Pengetatan BoJ Secara Bertahap

    IMF juga menilai ekonomi Jepang cukup tahan banting dan mendukung pengurangan stimulus moneter (dukungan bank sentral seperti suku bunga sangat rendah dan pembelian aset) secara bertahap. IMF memperkirakan inflasi bergerak menuju target 2% pada 2027. Yen juga tertekan ketika harga minyak naik setelah Presiden AS Donald Trump meningkatkan ancaman terhadap Iran. Jepang menghadapi risiko pasokan karena bergantung pada impor minyak dari Timur Tengah. Trump menetapkan tenggat waktu bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz (jalur laut penting untuk pengiriman minyak) dan mengancam serangan pada pembangkit listrik serta infrastruktur sipil. Pejabat Iran memperingatkan akan membalas terhadap infrastruktur yang terkait AS dan mengatakan selat tersebut akan tetap ditutup sampai kerusakan perang dibayar. Penurunan EUR/JPY bisa tertahan oleh dukungan untuk Euro dari sikap kebijakan ketat Bank Sentral Eropa (ECB, bank sentral kawasan euro). Pejabat ECB mengatakan kebijakan akan tetap ketat sampai inflasi kembali ke target 2%.

    Dukungan Carry versus Risiko Minyak

    Kami ingat melihat EUR/JPY di sekitar 183,80 pada periode yang sama di 2025, saat pasar terpecah antara BoJ yang bersikap “hawkish” (cenderung menaikkan suku bunga untuk menekan inflasi) dan harga minyak yang naik. Benturan antara perkiraan pengetatan kebijakan dan risiko geopolitik menciptakan tekanan besar. Dinamika itu masih membentuk pandangan kami terhadap pasangan ini hari ini. BoJ memang melanjutkan normalisasi kebijakan (mengembalikan kebijakan dari mode darurat/stimulus ke kondisi biasa), tetapi lajunya sangat lambat. Dengan suku bunga call overnight (suku bunga pinjaman antarbank jangka sangat pendek, biasanya semalam) saat ini hanya 0,25% dan inflasi inti (inflasi yang mengecualikan komponen yang mudah bergejolak seperti energi dan makanan) bertahan di 2,5%, BoJ masih jauh tertinggal dibanding bank sentral besar lain. Ini membuat Yen menarik sebagai mata uang pendanaan untuk carry trade (strategi meminjam dalam mata uang berbunga rendah lalu membeli aset/mata uang berbunga lebih tinggi untuk mengambil selisih bunga). Sebaliknya, ECB mempertahankan sikap ketat, dengan suku bunga deposito utama (bunga yang diterima bank saat menyimpan dana di bank sentral) bertahan di 3,50%. Inflasi Zona Euro baru-baru ini 2,3%, masih sedikit di atas target, sehingga ECB punya sedikit alasan untuk memberi sinyal pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. Ini menjaga selisih suku bunga (perbedaan tingkat bunga antar dua mata uang) yang lebar dan menguntungkan, sehingga mendukung EUR/JPY tetap tinggi. Ketegangan terkait Trump dan Iran berubah, tetapi risiko terhadap harga energi belum hilang. Dengan minyak Brent (patokan harga minyak global) diperdagangkan di atas US$91 per barel, tingginya biaya impor energi terus membebani neraca perdagangan Jepang (selisih nilai ekspor dan impor). Ini menjadi faktor negatif yang terus-menerus bagi Yen Jepang. Untuk beberapa minggu ke depan, trader sebaiknya fokus pada strategi yang memanfaatkan carry positif (keuntungan dari selisih bunga yang menguntungkan) yang besar sambil melindungi diri dari volatilitas (naik-turun harga yang tajam). Keunggulan selisih suku bunga jelas mendukung posisi long EUR/JPY (membeli agar untung jika harga naik), tetapi risiko perubahan pasar mendadak atau intervensi resmi (tindakan pemerintah/bank sentral untuk memengaruhi nilai mata uang) selalu ada. Karena itu, posisi long spot sederhana (membeli di pasar langsung) rentan terhadap drawdown besar (penurunan nilai dari puncak ke titik terendah). Kami menilai memakai opsi adalah pendekatan paling masuk akal. Membeli opsi call EUR/JPY (kontrak yang memberi hak untuk membeli pada harga tertentu sebelum jatuh tempo) memungkinkan ikut menikmati kenaikan lanjutan sambil membatasi risiko turun hanya sebesar premi (biaya) yang dibayar. Untuk cara yang lebih hemat, pertimbangkan bull call spread (strategi membeli call lalu menjual call lain pada strike lebih tinggi) agar biaya masuk lebih rendah.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code