Pasangan USD/JPY turun tajam, mencapai level terendah dua minggu baru di sekitar 154,50 setelah pemulihan singkat.

    by VT Markets
    /
    Dec 4, 2025
    Selama perdagangan awal pada hari Kamis, pasangan US Dollar-Yen mengalami upaya pemulihan yang terbatasi di 155.50, kemudian melanjutkan tren penurunannya pada sesi Eropa, mencapai titik terendah baru di 154.50. Gubernur Bank of Japan menunjukkan niat untuk mengetatkan kebijakan moneter segera tetapi mengungkapkan ketidakpastian akan seberapa besar kenaikan suku bunga. US Dollar tetap rentan karena pasar memperkirakan kemungkinan pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve minggu depan. Data pekerjaan ADP terbaru mengungkapkan penurunan yang tidak terduga, menambah tekanan pada Fed untuk melonggarkan kebijakannya.

    Indikator Ekonomi AS dan Dampaknya

    Klaim pengangguran AS yang dirilis kemudian diharapkan akan mendukung argumen pelonggaran ini, meskipun perhatian tetap pada rilis mendatang dari indeks harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi di AS. Spekulasi beredar mengenai penasihat ekonomi Kevin Hassett yang mungkin menggantikan Jerome Powell sebagai Ketua Fed, meningkatkan harapan untuk kebijakan moneter yang lebih longgar. Bank of Japan, yang terlibat dalam kebijakan moneter yang sangat longgar sejak 2013, telah melihat langkah-langkahnya mengubah Yen menjadi lebih lemah, terutama dengan kebijakan yang kontras dari bank sentral lainnya. Pada 2024, inflasi yang meningkat disebabkan oleh Yen yang lebih lemah dan harga energi global memaksa BoJ untuk mengurangi sebagian kebijakannya. Keputusan ini diambil setelah inflasi melampaui target bank yang didorong oleh kenaikan upah di Jepang. Momentum penurunan dalam US Dollar terhadap Yen terlihat jelas, dengan pasangan ini melampaui level 154.65 untuk menetapkan titik terendah baru. Kami melihat adanya tekanan yang konsisten yang didorong oleh perubahan mendasar dalam kebijakan bank sentral. Tren ini tampaknya akan terus berlanjut dalam beberapa minggu mendatang. Pasar sangat mempertimbangkan pemotongan suku bunga Federal Reserve pada pertemuan mereka minggu depan. Ekspektasi ini diperkuat oleh laporan ADP kemarin, yang menunjukkan kehilangan bersih 15.000 pekerjaan sektor swasta pada November 2025, yang melawan perkiraan. Data yang dirilis pagi ini menunjukkan klaim pengangguran mingguan naik menjadi 235.000, tertinggi dalam tiga bulan, semakin memperkuat pandangan ini.

    Arah BoJ dan Strategi Pasar

    Sementara itu, Bank of Japan bergerak ke arah yang sebaliknya, menciptakan perbedaan kebijakan yang kuat. Pernyataan terbaru Gubernur Ueda mengkonfirmasi komitmennya untuk mengetatkan, didukung oleh inflasi inti Jepang yang tetap di atas target 2% selama dua puluh bulan berturut-turut per Oktober 2025. Ini sangat kontras dengan kebijakan yang melemahkan Yen secara dramatis pada tahun 2022 dan 2023. Mengingat pandangan ini, kami percaya trader derivatif harus mempertimbangkan posisi yang menguntungkan dari tingkat USD/JPY yang lebih rendah, seperti membeli opsi put. Opsi ini dapat memberikan eksposur penurunan sambil membatasi risiko menjelang laporan inflasi PCE AS yang tertunda besok. Kejutan dalam data tersebut bisa menyebabkan kenaikan sementara, menjadikan strategi risiko terdefinisi menjadi bijaksana.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code