Pasar global menghadapi peningkatan aversi risiko setelah Trump mengatakan AS telah memulai operasi tempur melawan Iran menyusul serangan Israel di Teheran.

    by VT Markets
    /
    Feb 28, 2026
    Pada Sabtu dini hari, Presiden AS Donald Trump mengatakan Amerika Serikat telah memulai “operasi tempur besar” di Iran, setelah Israel melakukan serangan rudal pencegahan lebih dulu terhadap Teheran. Kantor berita Tasnim Iran melaporkan bahwa AS mengebom beberapa lokasi di Teheran. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan serangan itu bertujuan menghilangkan “ancaman yang mengancam keberadaan”. Militer Israel mengatakan rudal diluncurkan dari Iran, memicu sirene di beberapa wilayah, dan Pasukan Pertahanan Israel menyatakan Iran telah meluncurkan serangan balasan.

    Pasar Bersiap Masuk Mode Hindari Risiko

    Israel menyatakan keadaan darurat dan meminta warga tetap dekat dengan tempat perlindungan. Laporan menyebut pasar global kemungkinan membuka pekan ini dengan pergerakan “hindari risiko” (risk-off), dengan permintaan diperkirakan naik untuk emas, minyak, dan mata uang “aset aman” seperti Dolar AS (USD), Yen Jepang (JPY), dan Franc Swiss (CHF). “Risk-on” dan “risk-off” menjelaskan seberapa besar orang di pasar mau mengambil risiko. Risk-on berarti cenderung membeli aset yang lebih berisiko, sedangkan risk-off berarti pindah ke aset yang lebih aman. Saat risk-on, saham, sebagian besar komoditas (barang mentah yang diperdagangkan seperti minyak dan logam) kecuali emas, beberapa mata uang yang terkait komoditas, dan kripto sering naik. Saat risk-off, obligasi pemerintah besar (surat utang negara yang dianggap paling aman), emas, serta USD, JPY, dan CHF sering menguat. Mata uang yang biasanya ikut risk-on antara lain Dolar Australia (AUD), Dolar Kanada (CAD), Dolar Selandia Baru (NZD), Rubel (RUB), dan Rand Afrika Selatan (ZAR). Dengan berita ini, kita perlu bersiap untuk gelombang risk-off besar saat pasar buka. Kita juga perlu mengantisipasi Indeks Volatilitas CBOE (VIX)—indeks yang mengukur perkiraan naik-turunnya pasar saham AS—yang minggu lalu bergerak tenang di sekitar 18, melonjak jauh di atas 30. Ini bisa membuka peluang besar bagi pihak yang “long volatilitas” (posisi untung jika pasar makin bergejolak). Membeli opsi call VIX (kontrak yang memberi hak membeli pada harga tertentu sebelum jatuh tempo) atau futures VIX (kontrak berjangka untuk membeli/menjual di harga tertentu pada tanggal tertentu) kemungkinan cara paling langsung untuk memanfaatkan ketakutan pasar ini.

    Strategi Menghadapi Volatilitas dan Komoditas

    Kami memperkirakan penurunan tajam di saham global, sehingga posisi beli pada opsi put di S&P 500 dan NASDAQ 100 menarik. Opsi put adalah kontrak yang memberi hak untuk menjual pada harga tertentu, biasanya dipakai untuk untung saat harga turun atau sebagai lindung nilai (hedge), yaitu perlindungan terhadap risiko. Jika melihat reaksi pasar terhadap guncangan geopolitik awal 2022, indeks utama turun lebih dari 10% dalam beberapa minggu. Karena AS terlibat langsung, penurunan kali ini bisa lebih cepat. Risiko gangguan pengiriman minyak melalui Selat Hormuz (jalur laut sempit yang sangat penting untuk ekspor minyak) berarti kita harus mengantisipasi lonjakan besar harga minyak mentah. Futures minyak WTI (kontrak berjangka untuk minyak West Texas Intermediate, patokan harga minyak AS) yang ditutup Jumat dekat US$85 per barel bisa menantang level US$100 dalam beberapa hari. Saat ketegangan geopolitik naik pada awal 2022, minyak melonjak lebih dari 30% dalam kurang dari sebulan. Perbandingan ini mendukung pembelian opsi call pada WTI dan Brent (patokan harga minyak global). Emas diperkirakan sangat diuntungkan dari perpindahan ke aset aman, sehingga opsi call dan posisi long futures (posisi beli kontrak berjangka agar untung jika harga naik) berpotensi bagus. Kita melihat kenaikan serupa pada krisis 2022 saat harga emas naik dari sekitar US$1.800 ke di atas US$2.050 per ons. Dolar AS, Franc Swiss, dan Yen Jepang juga diperkirakan menguat, sehingga opsi put pada pasangan mata uang seperti AUD/USD dan EUR/USD menjadi lindung nilai yang masuk akal. Faktor penting lainnya adalah lonjakan “implied volatility” (volatilitas tersirat, yaitu perkiraan gejolak harga yang tercermin dari harga opsi) di semua kelas aset. Ini membuat beli opsi lebih mahal, tetapi bisa sangat menguntungkan jika pergerakan harga sangat tajam. Biaya perlindungan akan naik, sehingga strategi yang minggu lalu masih murah kini menjadi mahal. Menjual opsi tanpa perlindungan (uncovered options, yaitu menjual opsi tanpa memiliki aset atau posisi penyeimbang) berisiko sangat tinggi dan sebaiknya dihindari sampai situasi lebih stabil.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code