Dampak Revisi Pada Proyeksi Pertumbuhan
Pada hari Kamis, pemerintah Jepang merevisi proyeksi pertumbuhan untuk tahun fiskal saat ini. Penyesuaian ini mencatat dampak tarif AS pada belanja modal dan inflasi yang berdampak pada konsumsi rumah tangga. Kekhawatiran muncul tentang potensi perlambatan dalam pemulihan yang dipimpin oleh konsumsi untuk ekonomi terbesar keempat di dunia. Angka pengeluaran rumah tangga dari bulan Juni menunjukkan bahwa konsumen Jepang mengalami kesulitan lebih besar dari yang diperkirakan. Dengan upah yang disesuaikan dengan inflasi juga turun selama enam bulan berturut-turut, Bank of Japan (BoJ) tidak memiliki alasan kuat untuk agresif dalam menaikkan suku bunga. Ini menguatkan pandangan kami bahwa BoJ akan tetap hati-hati selama sisa kuartal ketiga. Gambaran domestik yang lemah ini semakin diperkuat oleh data CPI Inti Tokyo untuk bulan Juli, yang dirilis minggu lalu dan sedikit lebih rendah dari yang diharapkan di angka 2,1%. “Hasil Pertemuan” Bank of Japan dari pertemuan akhir Juli juga menyoroti kekhawatiran anggota mengenai kerentanan konsumsi. Aliran data lemah ini menunjukkan bahwa bank sentral kemungkinan besar akan menunda kenaikan suku bunga berikutnya.Dampak Bagi Pasar Forex dan Saham
Untuk beberapa minggu mendatang, kami melihat kelemahan yang terus berlanjut pada Yen Jepang sebagai hasil yang paling mungkin. Strategi membeli opsi beli pada USD/JPY, dengan target pergerakan menuju level 161,50, terlihat menarik. Sejak data pengeluaran pertama kali dilaporkan di awal Juli, kami sudah melihat pasangan ini menguji batas psikologis 160,00, menunjukkan permintaan yang terus-menerus untuk dolar terhadap yen. BoJ yang dovish juga menjadi sinyal positif bagi saham Jepang, karena yen yang lebih lemah menguntungkan sektor ekspor besar negara tersebut. Nikkei 225 telah naik lebih dari 2% sejak awal Agustus. Kami merasa bahwa membeli futures Nikkei 225 adalah cara langsung untuk mendapatkan paparan terhadap tren ini, yang kemungkinan akan berlanjut selama BoJ tetap berada di sisi. Penurunan tajam 5,2% bulan ke bulan dalam pengeluaran juga menunjukkan volatilitas ekonomi yang mendasari, yang mungkin tidak sepenuhnya diperdagangkan di pasar. Ini menunjukkan bahwa menggunakan strategi opsi yang menguntungkan dari fluktuasi harga, seperti straddle pada yen, bisa menjadi langkah bijak menjelang rilis awal GDP kuartal kedua minggu depan. Kejutan dalam data tersebut bisa menyebabkan reaksi pasar yang signifikan.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.