Reaksi Pasar Dan Konteks
Setelah rilis, Indeks Dolar AS (US Dollar Index: ukuran kekuatan dolar terhadap beberapa mata uang utama) naik tipis di atas 100,00. Pratinjau sebelumnya menyoroti perdagangan yang sepi karena libur Good Friday dan perkiraan kenaikan payroll 60.000, pengangguran 4,4%, serta pertumbuhan upah tahunan 3,7%. Indikator tenaga kerja lain termasuk ADP (laporan pekerjaan sektor swasta dari perusahaan pemrosesan gaji) yang melaporkan kenaikan 62.000 di sektor swasta pada Maret setelah 66.000 pada Februari (direvisi dari 63.000). Indeks ketenagakerjaan manufaktur ISM (Institute for Supply Management: survei aktivitas industri) berada di 48,7 pada Maret. CME FedWatch (alat yang membaca perkiraan pasar soal suku bunga The Fed dari harga kontrak berjangka) mematok sekitar peluang 80% bahwa suku bunga kebijakan tetap di 3,5%–3,75% hingga akhir 2026, dibandingkan peluang 92% pada awal Maret untuk setidaknya satu kali penurunan suku bunga tahun ini. Indeks Dolar AS naik lebih dari 2% pada Maret. Laporan pekerjaan Maret memberi gambaran yang saling bertentangan: perekrutan mengejutkan naik ke 178 ribu, tetapi pertumbuhan upah melambat jelas ke 3,5%. Campuran sinyal ini menjelaskan mengapa dolar AS sulit menemukan arah yang jelas, meski angka utama terlihat kuat. Data seperti ini meningkatkan ketidakpastian. Kekuatan laporan ini didukung data terbaru lain: klaim tunjangan pengangguran mingguan (weekly jobless claims: jumlah orang yang mengajukan tunjangan pengangguran) konsisten di bawah 220.000, menandakan pasar tenaga kerja masih ketat (tenaga kerja sulit didapat). Namun, CPI (Consumer Price Index: indeks harga konsumen) menunjukkan inflasi tetap 3,4% bulan lalu. The Fed (Federal Reserve: bank sentral AS) terjepit antara pasar kerja yang panas dan inflasi yang masih bertahan.Implikasi Untuk Kebijakan The Fed
Karena perekrutan yang kuat, peluang penurunan suku bunga The Fed dalam waktu dekat turun tajam. Penilaian pasar pada CME FedWatch berubah besar, kini menunjukkan peluang 80% bahwa suku bunga bertahan di kisaran 3,5%–3,75% hingga sisa 2026. Ini berbalik dari awal Maret saat penurunan suku bunga banyak diharapkan. Pola ini pernah terjadi, terutama jika melihat kondisi ekonomi 2023. Saat itu, pasar tenaga kerja berkali-kali melawan perkiraan perlambatan, sehingga The Fed mempertahankan kebijakan ketat (restrictive policy: suku bunga tinggi untuk menekan inflasi) lebih lama dari harapan investor. Contoh tersebut berarti kita perlu berhati-hati untuk bertaruh pada perubahan kebijakan cepat dari The Fed. Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.