Penjualan ritel bulanan Singapura turun ke -4,1%, membalikkan kenaikan 6,1% pada Januari, mencerminkan melemahnya belanja konsumen

    by VT Markets
    /
    Apr 6, 2026
    Penjualan ritel Singapura secara bulanan (dibanding bulan sebelumnya) turun menjadi -4,1% pada Februari. Ini turun dari 6,1% pada periode sebelumnya. Data ini menunjukkan pembalikan pergerakan penjualan ritel dalam jangka pendek. Artinya, penjualan turun dibanding bulan sebelumnya.

    Dampak Musiman Tahun Baru Imlek

    Kami melihat angka penjualan ritel bulanan Februari sebagai penurunan besar yang membalikkan kenaikan kuat pada Januari. Namun, pembalikan ini sebagian besar sudah diperkirakan karena waktu Tahun Baru Imlek yang jatuh pada pertengahan Februari 2026. Banyak belanja terkait liburan kemungkinan sudah terjadi lebih awal dan tercatat pada data Januari, sehingga penurunan Februari terlihat lebih parah dibanding tren sebenarnya. Angka utama (headline) yang lemah ini masih bisa memberi tekanan jangka pendek pada Dolar Singapura. Trader derivatif (instrumen turunan seperti opsi dan kontrak berjangka) bisa melihat ini sebagai peluang untuk bersiap pada pelemahan SGD terhadap dolar AS, apalagi data terbaru AS menunjukkan inflasi inti (inflasi tanpa komponen yang sangat berubah-ubah seperti makanan dan energi) tetap tinggi di 3,7%. Strategi yang mungkin adalah membeli opsi call (hak untuk membeli pada harga tertentu) pada pasangan USD/SGD, dengan target level resistance (batas harga yang sulit ditembus ke atas) yang terakhir terlihat pada kuartal IV 2025. Namun, kelemahan tampaknya terkonsentrasi pada belanja dalam negeri, terutama pada kendaraan bermotor yang turun 14,6%. Sebaliknya, kedatangan turis terus pulih stabil, naik hingga hampir 1,3 juta pada dua bulan pertama 2026, sehingga mendorong belanja pada akomodasi dan layanan makanan. Ini menunjukkan Otoritas Moneter Singapura (bank sentral Singapura) kemungkinan akan mengabaikan gangguan musiman ini dan mempertahankan kebijakan penguatan nilai tukar secara bertahap untuk saat ini. Untuk pasar saham, data ini mengarah pada pelemahan jangka dekat untuk saham konsumsi non-pokok (consumer discretionary: perusahaan yang menjual barang/jasa yang biasanya dibeli saat kondisi ekonomi baik) di Straits Times Index (STI) (indeks utama saham Singapura). Kami memperkirakan trader bisa memakai ini untuk membeli opsi put (hak untuk menjual pada harga tertentu) pada REIT yang fokus ritel (REIT: perusahaan yang memiliki/mengelola properti dan membagikan sebagian besar laba sebagai dividen) menjelang pengumuman laba kuartal pertama mereka. Pola ini mirip dengan periode setelah Tahun Baru Imlek 2025, ketika sektor-sektor ini tertinggal dari pasar secara umum selama beberapa minggu.

    Volatilitas Naik dan Penempatan Posisi Opsi

    Sinyal yang bertentangan antara penurunan besar pada angka utama dan penjelasan musiman kemungkinan akan meningkatkan ketidakpastian. Kondisi ini cocok bagi trader volatilitas (yang mencari untung dari naik-turunnya harga) yang dapat memakai strategi opsi seperti straddle pada STI (membeli opsi call dan put pada harga dan waktu jatuh tempo yang sama). Posisi seperti ini dapat untung jika pasar bergerak besar dalam beberapa minggu ke depan, baik naik maupun turun.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code