Penjualan ritel Singapura secara tahunan naik menjadi 8,3%, berbalik pulih dari -0,4% sebelumnya pada Februari

    by VT Markets
    /
    Apr 6, 2026
    Penjualan ritel Singapura naik 8,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu pada bulan Februari. Ini terjadi setelah perubahan -0,4% (turun) dibandingkan tahun lalu pada bulan sebelumnya. Data ini menunjukkan perubahan besar dari penurunan menjadi pertumbuhan hanya dalam satu bulan. Ini menambah bukti terbaru tentang belanja konsumen di Singapura.

    Kenaikan Penjualan Ritel Menandakan Permintaan Lebih Kuat

    Lonjakan terbaru menjadi 8,3% dibandingkan tahun lalu pada Februari menegaskan pemulihan besar dalam permintaan konsumen (minat dan kemampuan masyarakat untuk membeli barang). Belanja dalam negeri yang kuat ini menjadi dasar yang baik untuk pertumbuhan ekonomi memasuki kuartal kedua (tiga bulan kedua dalam satu tahun). Karena itu, Otoritas Moneter Singapura (MAS, bank sentral Singapura yang mengatur kebijakan uang dan nilai tukar) kemungkinan punya lebih sedikit alasan untuk melonggarkan kebijakannya (membuat kebijakan lebih “longgar” agar ekonomi lebih mudah bergerak) pada rapat berikutnya. Data ini memperkuat alasan bagi Dolar Singapura yang kuat, apalagi inflasi inti (kenaikan harga dasar yang lebih stabil karena biasanya tidak memasukkan harga yang mudah berubah seperti makanan dan energi) tetap tinggi di 3,1% pada data terbaru. Karena itu, kami mempertimbangkan strategi yang diuntungkan jika nilai mata uang menguat, seperti membeli opsi call SGD/USD (kontrak yang memberi hak, bukan kewajiban, untuk membeli pasangan mata uang SGD terhadap USD pada harga tertentu) dengan tanggal berakhir setelah rapat MAS bulan April. Ini berbeda dari sikap yang lebih netral pada akhir 2025 ketika data ekonomi global masih tidak pasti. Untuk pasar saham lokal, ini mendukung Straits Times Index (STI, indeks yang mewakili saham-saham utama di bursa Singapura), yang sudah naik 4% sejak awal tahun. Kami menilai dorongan ini bisa berlanjut, sehingga call spread pada STI (strategi opsi dengan membeli satu call dan menjual call lain pada harga target berbeda untuk membatasi biaya dan potensi untung/rugi) menjadi cara yang lebih hemat untuk mengambil posisi naik, terutama pada saham konsumsi non-kebutuhan (consumer discretionary, seperti ritel, hiburan, barang pilihan) dan saham perbankan. Kekuatan ini berlawanan dengan pandangan yang lebih hati-hati pada kuartal terakhir 2025. Dengan gambaran ekonomi yang lebih jelas, volatilitas tersirat pada opsi STI (perkiraan pasar tentang seberapa besar harga bisa naik-turun di masa depan, dihitung dari harga opsi) bisa mulai mereda. Ini bisa membuka peluang untuk menjual premi (mendapatkan uang dari penjualan opsi), misalnya lewat strategi cash-secured put (menjual opsi put sambil menyiapkan dana tunai penuh untuk berjaga-jaga jika harus membeli saham) pada perusahaan dengan kondisi dasar yang kuat. Kami juga memantau imbal hasil obligasi pemerintah Singapura (bond yield, tingkat “bunga” atau imbal hasil yang didapat investor), karena kekuatan ekonomi ini dapat mendorongnya naik. Ini akan memengaruhi harga swap suku bunga (kontrak untuk saling menukar pembayaran bunga tetap dan mengambang), dan mengarah pada kurva imbal hasil yang lebih curam (selisih imbal hasil jangka panjang dan jangka pendek makin besar) dibanding perkiraan beberapa bulan lalu.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code