Perak melemah mendekati $68,50 karena Dolar safe-haven yang lebih kuat dan imbal hasil yang meningkat mengimbangi dukungan dari geopolitik

    by VT Markets
    /
    Mar 26, 2026
    Perak (XAG/USD) diperdagangkan lebih rendah pada hari Kamis, mendekati $68,50 saat artikel ini ditulis. Harganya turun 3,85% pada hari itu, melanjutkan koreksi (penurunan sementara setelah sempat naik) setelah kenaikan di awal pekan ini. Pergerakan ini terjadi setelah permintaan terhadap Dolar AS kembali naik di tengah ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Iran menolak usulan kesepakatan gencatan senjata (penghentian sementara pertempuran) dari AS, sementara pertukaran serangan militer yang berlanjut membuat pelaku pasar tetap menghindari risiko.

    Kekuatan Dolar Menekan Perak

    Penguatan Dolar AS menekan logam mulia yang dihargai dalam USD. Pada saat yang sama, kenaikan harga Minyak mendorong kekhawatiran inflasi global (kenaikan harga barang/jasa secara umum) dan mendukung perkiraan suku bunga akan bertahan tinggi lebih lama. Pasar juga memperhitungkan kebijakan ketat yang lebih lama dari bank sentral besar, terutama Federal Reserve (bank sentral AS). Perubahan ini mendorong imbal hasil (yield, yaitu “hasil” yang didapat investor) obligasi pemerintah AS naik, sehingga Perak kurang menarik karena tidak memberi bunga/imbalan (non-yielding asset: aset yang tidak menghasilkan pendapatan rutin seperti bunga). Sebagian dana berpindah ke uang tunai saat volatilitas (naik-turun harga yang cepat) meningkat dan posisi perdagangan dikurangi. Perak sulit mendapat dukungan sebagai aset aman karena Dolar yang kuat dan yield yang lebih tinggi lebih dominan. Trader terus memantau perkembangan di Timur Tengah bersama inflasi dan perkiraan kebijakan suku bunga. Faktor-faktor ini diperkirakan tetap menjadi pendorong utama Perak dalam waktu dekat.

    Pertimbangan Opsi dan Posisi

    Kami mengingatkan bahwa sekitar waktu yang sama pada awal 2025, perak tertekan oleh Dolar AS yang kuat dan yield yang naik, meski ketegangan geopolitik meningkat. Periode itu menunjukkan bahwa kekuatan dolar dan perkiraan suku bunga bisa mengalahkan peran perak sebagai aset aman. Hari ini, dengan perak diperdagangkan di sekitar $31,50, faktor-faktor tersebut masih penting untuk dipantau. Hambatan utama tetap yield obligasi pemerintah AS, dengan obligasi 10 tahun bertahan di sekitar 4,3% setelah data inflasi Februari 2026 sedikit di atas perkiraan. Ini membuat memegang perak (yang tidak memberi pendapatan rutin) menjadi lebih “mahal” dari sisi peluang, sehingga trader sebaiknya berhati-hati membeli call (opsi beli) berjangka panjang yang out-of-the-money (harga kesepakatan/strike lebih tinggi dari harga pasar saat ini, jadi belum menguntungkan jika langsung dieksekusi). Sebagai gantinya, pertimbangkan call debit spread (strategi opsi: membeli call dan menjual call lain pada strike berbeda untuk membatasi risiko dan menurunkan biaya awal). Volatilitas tersirat (implied volatility: perkiraan pasar tentang seberapa besar harga bisa bergejolak di masa depan, tercermin pada harga opsi) pada opsi perak meningkat. Ini mencerminkan ketidakpastian kapan Federal Reserve akan mulai menurunkan suku bunga, yang kini diperkirakan pasar pada kuartal ketiga 2026. Volatilitas yang lebih tinggi membuat premi opsi (biaya opsi) lebih mahal, sehingga kondisi ini menarik untuk menjual cash-secured puts (menjual opsi jual sambil menyiapkan dana tunai untuk membeli aset jika terkena eksekusi) atau put credit spreads (strategi: menjual put dan membeli put lain pada strike berbeda untuk membatasi risiko). Strategi ini memungkinkan trader mendapat pemasukan sambil menentukan level harga di bawah pasar saat ini di mana mereka bersedia memiliki perak. Indeks Dolar AS (DXY, ukuran kekuatan dolar terhadap beberapa mata uang utama) bertahan di atas level 105, sehingga membatasi kenaikan besar pada logam mulia. Pola ini terjadi pada 2025, ketika setiap upaya perak untuk naik tertahan oleh dolar yang kuat. Karena itu, trader yang memegang posisi perak melalui futures (kontrak berjangka: perjanjian membeli/menjual aset pada harga tertentu di masa depan) atau ETF (reksa dana yang diperdagangkan di bursa) dapat mempertimbangkan lindung nilai (hedging: mengurangi risiko) dengan opsi pada dana yang mengikuti pergerakan dolar. Melihat posisi pasar terbaru, laporan Commitment of Traders (laporan posisi trader besar di pasar futures) menunjukkan hedge fund (dana investasi yang biasanya memakai strategi lebih agresif) mengurangi eksposur net-long (posisi beli bersih: jumlah posisi beli lebih besar daripada posisi jual) pada futures perak selama tiga minggu berturut-turut. Ini menandakan keyakinan terhadap potensi kenaikan perak dalam waktu dekat melemah saat narasi “lebih tinggi lebih lama” (suku bunga tinggi bertahan lebih lama) kembali menguat. Sikap institusi yang hati-hati ini menunjukkan bahwa membeli protective puts (opsi jual untuk melindungi posisi dari penurunan harga) bisa menjadi langkah yang masuk akal untuk mengantisipasi uji ulang (retest) level dukungan $30 dalam beberapa minggu ke depan.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code