Faktor yang Mempengaruhi Harga Perak
Beberapa faktor mempengaruhi harga perak, termasuk ketegangan geopolitik, kekhawatiran resesi, suku bunga, dan kekuatan Dolar AS. Dolar yang lemah dapat mendorong harga perak naik, sementara Dolar yang kuat cenderung membatasinya. Selain itu, permintaan terhadap perak, yang dipengaruhi oleh tingkat penambangan dan daur ulang, juga berdampak pada harganya. Perak sangat penting di berbagai industri, yang secara signifikan mempengaruhi harganya melalui dinamika permintaan di sektor elektronik dan energi matahari. Situasi ekonomi di negara-negara kunci seperti AS, China, dan India juga berperan. Perak cenderung mengikuti pergerakan harga emas karena keduanya memiliki status sebagai aset aman yang serupa. Rasio Emas/Perak membantu dalam menilai nilai relatif antara kedua logam ini, memberikan wawasan tentang dinamika pasar mereka. Dengan perak melonjak lebih dari 4% hari ini menjadi $74,51, kita melihat sinyal bullish yang kuat untuk memulai tahun. Pergerakan tajam ini pada 2 Januari 2026 menunjukkan bahwa momentum dari akhir 2025 terus berlanjut dengan kekuatan yang signifikan. Trader sebaiknya melihat ini bukan sebagai peristiwa sekali saja tetapi sebagai konfirmasi potensi tren. Tindakan harga terbaru didukung oleh tren makro fundamental. Kita melihat Federal Reserve mengisyaratkan sikap lebih dovish dalam rapat Desember 2025, yang telah mendorong Indeks Dolar AS (DXY) di bawah 100 untuk pertama kalinya sejak musim panas lalu. Suku bunga yang lebih rendah dan Dolar yang lebih lemah menciptakan lingkungan yang sangat menguntungkan bagi aset yang tidak memberikan hasil seperti perak.Strategi dan Wawasan Trader
Permintaan industri terus memberikan lantai yang kuat bagi harga perak. Laporan Q4 2025 terbaru dari Silver Institute menunjukkan peningkatan permintaan sebesar 12% tahun ke tahun dari sektor panel surya dan kendaraan listrik, jauh melebihi perkiraan. Konsumsi industri yang kuat ini, terutama setelah dorongan global untuk energi hijau pada tahun 2025, membedakan perak dari emas. Penurunan rasio Emas/Perak ke angka 58,89 adalah indikator penting bagi kita. Ini menunjukkan perak semakin kuat relatif terhadap emas, melanjutkan tren yang kita amati sepanjang paruh kedua tahun 2025 ketika rasio jatuh dari lebih dari 80. Rasio yang menurun seringkali mendahului periode di mana perak berkinerja jauh lebih baik. Mengingat momentum ini, trader sebaiknya mempertimbangkan untuk membeli opsi panggilan dengan tanggal kadaluarsa Februari atau Maret 2026 untuk memanfaatkan penguatan lebih lanjut. Volatilitas implisit kemungkinan telah meningkat dengan gerakan hari ini, jadi spread opsi panggilan bullish bisa menjadi strategi yang efektif untuk membatasi biaya premi. Ini memungkinkan partisipasi dalam reli sambil mendefinisikan risiko. Bagi mereka yang terlibat dalam perdagangan pasangan, rasio yang menurun menunjukkan strategi untuk membeli kontrak berjangka perak sambil menjual kontrak berjangka emas mungkin menguntungkan. Konsumen industri perak juga sebaiknya mempertimbangkan menggunakan reli ini untuk melindungi biaya input mereka untuk kuartal mendatang. Mereka dapat melakukannya dengan membeli kontrak berjangka atau opsi untuk mengunci harga sebelum kemungkinan naik lebih jauh.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.