Us Pce Report In Focus
Laporan PCE Januari adalah ukuran inflasi (kenaikan harga) yang paling dipakai Federal Reserve (bank sentral AS) dan dapat memengaruhi perkiraan arah suku bunga. PCE utama (headline, angka total) diperkirakan 2,9% dibanding setahun sebelumnya, sedangkan PCE inti (core, tidak memasukkan harga makanan dan energi yang sering naik-turun) 3,1%. Angka inflasi yang lebih rendah dapat menekan Dolar AS dan mendukung NZD/USD. Data CME FedWatch (alat yang membaca peluang keputusan suku bunga Fed dari harga kontrak berjangka) menunjukkan pasar menilai peluang 99% Fed akan menahan suku bunga pada rapat berikutnya. Gubernur RBNZ Anna Breman mengatakan kebijakan kemungkinan tetap longgar (accommodative: suku bunga relatif rendah untuk mendukung ekonomi) untuk beberapa waktu karena ekonomi rapuh. Pasar memperkirakan setidaknya dua kali kenaikan Official Cash Rate (OCR, suku bunga acuan RBNZ) hingga akhir 2026, terkait guncangan harga energi akibat konflik Timur Tengah. Dolar Selandia Baru sering bergerak mengikuti kebijakan RBNZ, perbedaan suku bunga dibanding AS, kondisi ekonomi Tiongkok, dan harga produk susu (komoditas ekspor utama). Mata uang ini juga cenderung naik saat pasar “risk-on” (investor berani ambil risiko) dan turun saat stres pasar (investor menghindari risiko).Central Bank Policy And Risk
Tarik-menarik antara kebijakan bank sentral dan risiko global membuat NZD/USD tetap tertekan. Dolar AS masih kuat, didorong pasar tenaga kerja AS yang solid (Februari menambah 250.000 pekerjaan) dan inflasi PCE inti yang tetap tinggi di sekitar 2,9%. Data yang terus kuat ini mengurangi peluang pemangkasan suku bunga Fed dalam waktu dekat, sehingga dolar lebih menarik. Tahun lalu, pasar mulai memasukkan perkiraan kenaikan suku bunga dari Reserve Bank of New Zealand karena guncangan harga energi akibat konflik Timur Tengah. Ini didukung data terbaru: CPI (Consumer Price Index, indeks harga konsumen) Selandia Baru kuartal 4 2025 tercatat 3,8%, jauh di atas kisaran target RBNZ. Sementara itu, lelang terbaru Global Dairy Trade (platform lelang harga produk susu dunia) menunjukkan harga naik 3,5%, membantu prospek ekspor. Dengan sinyal yang bertentangan, volatilitas tersirat (implied volatility: perkiraan naik-turunnya harga dari harga opsi) pada opsi NZD/USD meningkat. Ini membuat strategi yang diuntungkan dari pergerakan harga atau dari harga yang tetap dalam kisaran menjadi lebih menarik. Trader yang memperkirakan harga menembus naik karena sikap RBNZ yang lebih “hawkish” (cenderung mendukung kenaikan suku bunga untuk menekan inflasi) dapat mempertimbangkan membeli call spread (strategi opsi: beli opsi beli dan jual opsi beli lain pada harga target lebih tinggi untuk menekan biaya) untuk peluang menuju 0,6000. Sebaliknya, yang memperkirakan harga tetap bergerak dalam kisaran (range-bound) dapat mempertimbangkan menjual strangle (strategi opsi: menjual opsi beli dan opsi jual di luar kisaran harga) untuk mendapat premi (biaya yang diterima penjual opsi) selama pasangan mata uang tetap di rentang tersebut. Sensitivitas Kiwi terhadap kinerja ekonomi Tiongkok tetap menjadi kerentanan utama. Caixin Manufacturing PMI (Purchasing Managers’ Index, survei aktivitas pabrik; di bawah 50 berarti kontraksi/menyusut) terbaru dari Tiongkok tercatat mengecewakan di 49,8, menandakan kontraksi tipis dan menekan Dolar Selandia Baru. Ketergantungan pada permintaan Tiongkok berarti trader dapat memakai kenaikan harga sebagai momen mempertimbangkan opsi put pelindung (protective put: membeli opsi jual untuk membatasi risiko penurunan) sebagai lindung nilai (hedge: perlindungan) terhadap data buruk lanjutan dari mitra dagang terbesar Selandia Baru.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.