Aktivitas Sektor Jasa Turun ke Fase Kontraksi
Laporan itu juga menyebut tekanan pada sektor ini berasal dari kenaikan biaya input (biaya bahan/operasional), yang terkait dengan biaya energi yang lebih tinggi. Disebutkan harga naik dengan laju terbesar sejauh ini pada 2026. S&P memperkirakan ekonomi berjalan pada laju pertumbuhan tahunan sekitar 0,5% pada Maret, hampir tidak bergerak. Disebutkan layanan yang langsung terkait konsumen terpukul paling berat, dengan salah satu penurunan terdalam sejak data dimulai pada 2009, di luar periode pembatasan pandemi. Setelah rilis Nonfarm Payrolls (data jumlah pekerjaan di luar sektor pertanian), Dolar AS stabil setelah kenaikan kecil. Indeks Dolar AS (DXY, ukuran kekuatan dolar terhadap sekeranjang mata uang utama) diperdagangkan naik tipis di atas 100,00. Dengan sektor jasa kini kontraksi untuk pertama kalinya sejak Januari 2023, kita perlu mengantisipasi volatilitas pasar yang lebih tinggi (naik-turun harga yang lebih tajam). Indeks Volatilitas CBOE (VIX, ukuran “ketakutan” pasar yang sering dipakai untuk melihat risiko) berada di bawah 18, yang terlihat terlalu rendah mengingat ekonomi kini mendekati resesi (perlambatan ekonomi yang luas). Kita ingat lonjakan karena inflasi di atas 30 pada 2022 dan 2023, sehingga posisi beli pada futures VIX (kontrak berjangka VIX) atau call options (opsi beli, alat untuk mendapat keuntungan saat harga naik) tampak menarik sebagai lindung nilai (hedge, perlindungan dari risiko).Penempatan Posisi dan Lindung Nilai untuk Volatilitas yang Lebih Tinggi
Penurunan tajam pada layanan yang terkait konsumen mengarah pada sikap bearish (pandangan harga cenderung turun) terhadap saham, khususnya S&P 500. Pembacaan PMI 49,8 ini adalah sinyal kuat bahwa laba perusahaan bisa di bawah perkiraan pada kuartal mendatang. Kita bisa mempertimbangkan membeli protective puts (opsi jual untuk perlindungan saat harga turun) pada ETF pasar luas (reksa dana yang diperdagangkan seperti saham, mengikuti indeks) atau menarget sektor consumer discretionary (barang/jasa non-kebutuhan pokok, yang biasanya paling sensitif saat ekonomi melemah) yang sudah terlihat lemah tahun ini. Data ini menempatkan Federal Reserve (bank sentral AS) dalam posisi sulit, terjepit antara melawan inflasi yang bertahan dan mencegah resesi. Walau The Fed menahan federal funds rate (suku bunga acuan) stabil di sekitar 4,75% selama enam bulan terakhir, pasar obligasi kemungkinan mulai memasukkan perkiraan pemotongan suku bunga lebih agresif. Melihat ke belakang, inverted yield curve (kurva imbal hasil terbalik: imbal hasil obligasi jangka pendek lebih tinggi daripada jangka panjang, sering jadi peringatan perlambatan) yang terlihat sepanjang sebagian besar 2023 adalah tanda jelas untuk perlambatan seperti ini.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.