Pendorong di Balik Perubahan Bullish
Sentimen ini didukung data ekonomi terbaru. Produksi industri China untuk Maret 2026 lebih baik dari perkiraan (forecast, yaitu prediksi pasar), sehingga mendukung permintaan komoditas Australia seperti bijih besi. Harga bijih besi bertahan di atas US$120 per ton. Bank sentral Australia (Reserve Bank of Australia/RBA) juga tetap bernada ketat (hawkish, artinya cenderung menaikkan suku bunga atau mempertahankan suku bunga tinggi untuk menekan inflasi). Pasar memperkirakan inflasi yang masih sulit turun (stubborn inflation) — yang menutup 2025 di 3,9% — bisa memaksa kenaikan suku bunga lagi. Faktor-faktor ini menopang AUD. Jika melihat ke belakang, ini perubahan besar dibanding sebagian periode 2025, ketika kekhawatiran pertumbuhan global menekan AUD/USD (pasangan nilai tukar dolar Australia terhadap dolar AS) turun di bawah level 0,6500. Saat itu, posisi spekulatif lebih netral karena trader menunggu kepastian pemulihan China. Kenaikan posisi bersih beli saat ini menunjukkan masa ketidakpastian tersebut mulai berlalu. Tambahan dukungan datang dari dolar AS. Bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) memberi sinyal kemungkinan akhir dari siklus pengetatan (tightening cycle, yaitu periode kenaikan suku bunga). Perkiraan pasar sekarang menunjukkan pemangkasan suku bunga bisa terjadi pada kuartal ketiga 2026. Perbedaan arah kebijakan (policy divergence, yaitu satu bank sentral ketat sementara yang lain lebih longgar) antara RBA yang ketat dan The Fed yang berpotensi lebih longgar (dovish, artinya cenderung menurunkan suku bunga) mendukung AUD tetap kuat.Apa yang Perlu Dipantau Trader Selanjutnya
Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.