Pound Sterling melemah seiring menurunnya selera risiko dan inflasi Inggris yang tetap tinggi mendukung penguatan Dolar AS

    by VT Markets
    /
    Mar 26, 2026
    Pound Sterling turun terhadap Dolar AS pada Rabu karena Dolar sedikit menguat. Sikap menghindari risiko (risk aversion, yaitu investor cenderung menjauh dari aset berisiko dan memilih aset yang dianggap lebih aman) meningkat setelah laporan menyebut pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr di Iran terkena serangan. Data inflasi Inggris juga menekan GBP/USD (pasangan nilai tukar antara Pound Inggris dan Dolar AS) selama sesi tersebut. Pasangan ini turun 0,30% dan diperdagangkan di dekat 1,3370 pada saat penulisan.

    Risiko Geopolitik dan Inflasi Inggris

    Kita ingat melihat pola serupa pada 2025, ketika risiko geopolitik dan inflasi Inggris yang tetap tinggi mendorong GBP/USD turun menuju 1,3370. Kombinasi Dolar yang kuat sebagai mata uang “safe-haven” (aset yang dianggap lebih aman saat pasar bergejolak) dan kekhawatiran ekonomi dalam negeri Inggris menciptakan tekanan turun yang besar. Pola ini tampak muncul lagi, dengan data baru yang relevan untuk kondisi sekarang. Pendorong utama saat ini adalah perbedaan kebijakan (policy divergence, yaitu arah kebijakan yang berbeda) antara Bank of England (bank sentral Inggris) dan US Federal Reserve/Fed (bank sentral AS). Dengan data CPI Inggris terbaru untuk Februari 2026 sebesar 2,1% (CPI, indeks harga konsumen, ukuran inflasi), sedikit di atas target BoE, tekanan untuk mempertahankan suku bunga tinggi mulai berkurang. Sebaliknya, data core PCE AS (core PCE, ukuran inflasi pilihan The Fed yang mengecualikan harga makanan dan energi agar lebih stabil) masih “lengket” di 2,8%, yang berarti inflasi sulit turun cepat. Ini memberi alasan bagi Fed untuk menahan suku bunga lebih lama, membuat Dolar tetap diminati dan mendorong GBP/USD ke sekitar 1,2550. Kondisi ini menunjukkan volatilitas tersirat (implied volatility, yaitu perkiraan pasar tentang seberapa besar harga bisa berfluktuasi, sering tercermin dalam harga opsi) bisa meningkat dalam beberapa minggu ke depan. Kita melihat Cboe Sterling VIX (BPVIX)—indeks yang mengukur perkiraan volatilitas untuk Pound—naik ke 9,5, tertinggi pada kuartal ini, menandakan pelaku pasar memperkirakan pergerakan harga yang lebih besar. Bagi yang memperkirakan penurunan berlanjut, membeli opsi put GBP/USD (opsi put, kontrak yang memberi hak untuk “menjual” pada harga tertentu sebelum tanggal tertentu) dengan jatuh tempo akhir April atau Mei dapat menjadi cara berbiaya relatif efisien untuk bersiap jika harga menembus level dukungan 1,2500 (support level, area harga yang sering menahan penurunan karena minat beli muncul). Sebagai alternatif, bagi trader yang ingin strategi yang lebih efisien terhadap modal, membuat bearish put spread (put spread bearish, strategi opsi: membeli put pada strike yang lebih tinggi dan menjual put pada strike lebih rendah) bisa menjadi pilihan yang masuk akal. Ini melibatkan membeli put pada strike price lebih tinggi (strike price, harga yang ditetapkan dalam kontrak opsi) dan menjual put pada strike lebih rendah untuk membantu membiayai posisi. Pendekatan ini menargetkan kisaran penurunan tertentu sambil menekan biaya premi (premium, biaya untuk membeli opsi) saat volatilitas diperkirakan meningkat.

    Strategi Opsi untuk Pelemahan Sterling

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code