Pound Sterling Naik Tipis terhadap Yen, Seiring Kenaikan Harga Minyak Menggerus Prospek Jepang dan Melemahkan Mata Uang Tersebut

    by VT Markets
    /
    Apr 7, 2026

    GBP/JPY naik untuk hari kedua pada Selasa, diperdagangkan di sekitar 211,60 dan mendekati level tertinggi satu pekan. Pergerakan ini terjadi karena kenaikan harga minyak yang terkait konflik AS-Iran melemahkan Yen Jepang terhadap mata uang utama.

    Pasar tetap berhati-hati menjelang tenggat waktu pukul 20.00 ET (00.00 GMT Rabu) bagi Iran untuk “membuat kesepakatan atau membuka Selat Hormuz”. Presiden AS Donald Trump mengatakan AS dapat menargetkan infrastruktur energi dan sipil Iran jika tidak ada kesepakatan.

    Guncangan Minyak Membebani Yen

    Jepang, sebagai importir bersih energi besar (lebih banyak impor daripada ekspor energi), menghadapi biaya impor yang lebih tinggi saat harga minyak naik. Hal ini dapat memperlebar defisit perdagangan (nilai impor lebih besar daripada ekspor) dan menekan nilai tukar. Menteri Keuangan Satsuki Katayama mengatakan pejabat memantau berbagai skenario persediaan minyak, mengingat situasi Timur Tengah.

    Ekspektasi suku bunga juga mendukung GBP/JPY, karena perbedaan kebijakan Bank of England (BoE) dan Bank of Japan (BoJ). Pasar memperkirakan hingga dua kali kenaikan suku bunga di Inggris sampai akhir tahun, sementara normalisasi kebijakan Jepang (langkah bertahap menuju suku bunga lebih tinggi dan kebijakan yang kurang longgar) bisa tertahan oleh pelemahan pertumbuhan akibat biaya energi.

    Data Inggris menunjukkan S&P Global Services PMI (indeks manajer pembelian sektor jasa, indikator cepat kondisi bisnis; angka di atas 50 berarti ekspansi, di bawah 50 kontraksi) turun ke 50,5 pada Maret dari 53,9, lebih rendah dari perkiraan awal/flash 51,2 dan terendah sejak April 2025. Composite PMI (gabungan jasa dan manufaktur) turun ke 50,3 dari 53,7, sementara data pendapatan dan neraca transaksi berjalan Jepang Februari (current account: arus bersih penerimaan/pembayaran dari perdagangan dan pendapatan luar negeri) akan dirilis pada Rabu.

    Carry Trade Masih Mendominasi

    Pendorong utama tetap selisih suku bunga yang lebar antara BoE dan BoJ, saat ini di atas 5 poin persentase. Kesenjangan ini membuat memegang Pound lebih menarik daripada Yen, sehingga mendorong carry trade (strategi meminjam mata uang bersuku bunga rendah seperti Yen untuk membeli aset/mata uang bersuku bunga lebih tinggi seperti Pound, untuk mengambil selisih imbal hasil).

    Kerentanan Jepang terlihat jelas, karena data pemerintah terbaru menunjukkan Jepang masih mengimpor sekitar 96% pasokan energi primernya (total kebutuhan energi utama). Data perdagangan bulan lalu sudah memperlihatkan defisit yang melebar yang terkait langsung dengan kenaikan biaya impor energi. Tekanan ekonomi ini berpotensi bertahan selama ketegangan di Selat Hormuz belum mereda.

    Meski Pound menjadi sisi yang lebih kuat dalam pasangan ini, risikonya tetap ada. Pelemahan PMI jasa Inggris ke 50,5, terendah sejak kekhawatiran resesi singkat pada April 2025, menunjukkan ekonomi Inggris ikut tertekan. Namun, dengan inflasi inti Inggris (core inflation: inflasi tanpa komponen yang bergejolak seperti makanan dan energi) tetap di atas 3,5%, BoE terdorong mempertahankan suku bunga tinggi.

    Risiko terdekat bagi posisi beli (long) GBP/JPY adalah intervensi otoritas Jepang. Saat USD/JPY mendekati 160,00—level yang sebelumnya memicu aksi langsung di pasar—pelaku pasar perlu berhati-hati terhadap penggunaan leverage berlebihan (pinjaman untuk memperbesar posisi). Pengalaman 2022 dan 2024 menunjukkan pejabat dapat bertindak cepat untuk menahan pelemahan mata uang.

    Buat akun live VT Markets dan mulai trading sekarang.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code