Laporan soal kemungkinan solusi diplomatik dalam konflik Timur Tengah dikaitkan dengan melemahnya dolar AS dan menguatnya nilai tukar EUR/USD. Pergerakan valuta asing (kurs mata uang) diperkirakan tetap terbatas selama arah konflik masih belum jelas.
Penurunan ketegangan yang lebih tegas disebut sebagai titik ketika pasar mulai menilai dampak guncangan harga minyak terhadap inflasi (kenaikan harga umum). Skenario itu juga dikaitkan dengan kemungkinan respons bank sentral dan perubahan selisih suku bunga (perbedaan tingkat bunga antarnegara), yang bisa memperbesar pergerakan mata uang.
Dengan dasar itu, dolar disebut berpeluang kembali tertekan jika de-eskalasi (penurunan ketegangan) benar-benar menjadi perkembangan yang dapat diandalkan. Sementara itu, EUR/USD diperkirakan tetap merangkak naik karena pasar berekspektasi ada penyelesaian.
Berita utama terbaru yang mengisyaratkan jalur diplomatik di Timur Tengah membuat dolar melemah. Hingga pagi ini, EUR/USD terlihat diperdagangkan di sekitar 1,0950, bergerak positif setiap ada sinyal penurunan ketegangan. Ini menunjukkan pasar sangat peka terhadap arus berita geopolitik saat ini, dengan Dollar Index (DXY, indeks yang mengukur kekuatan dolar terhadap sekeranjang mata uang utama) turun ke sekitar 104,5 dari puncaknya di atas 106 tahun lalu.
Untuk saat ini, pasar valuta asing diperkirakan bergerak menunggu, dengan reaksi yang terbatas sampai arah konflik lebih jelas. Menengok akhir 2025, indeks VIX (indikator volatilitas yang sering disebut “indeks ketakutan” pasar saham AS) sempat melonjak di atas 25 ketika harga minyak naik tajam, lalu turun ke sekitar 18 saat jalur diplomatik mulai terbuka. Ini mencerminkan pasar yang berharap situasi membaik, namun tetap berhati-hati terhadap potensi perubahan mendadak.
Pelaku pasar menilai pemicu utama untuk pergerakan yang lebih besar adalah penurunan ketegangan yang terkonfirmasi dan bertahan. Setelah itu, barulah dampak guncangan harga minyak akhir 2025 terhadap inflasi bisa dinilai lebih jelas, termasuk implikasinya bagi kebijakan bank sentral. Federal Reserve (bank sentral AS) mempertahankan sikap hawkish (cenderung menahan atau menaikkan suku bunga untuk menekan inflasi), namun penurunan risiko geopolitik yang berkelanjutan bisa mengembalikan fokus ke siklus pelonggaran (penurunan suku bunga).
Dolar diperkirakan kembali tertekan ketika penyelesaian mulai terlihat. Bagi trader derivatif (instrumen turunan dari aset acuan), ini berarti membeli call option (hak untuk membeli pada harga tertentu) atas EUR/USD bisa menjadi strategi untuk menangkap potensi tren naik. Opsi ini memberi peluang mendapatkan keuntungan saat EUR/USD naik, sekaligus membatasi risiko jika ketegangan kembali meningkat.