Kesabaran Kebijakan Dan Bukti Inflasi
Collins mengatakan pasar tenaga kerja terlihat relatif stabil, dan perekrutan bisa meningkat tetapi kemungkinan tetap terbatas. Ia memperkirakan pertumbuhan tetap kuat dan mengatakan inflasi diperkirakan mereda di akhir tahun ini. Ia mengatakan prospek inflasi tidak pasti dan punya risiko ke arah lebih tinggi, dengan inflasi diperkirakan turun perlahan menuju target 2%. Ia menambahkan bahwa perkembangan terbaru soal tarif (pajak impor) bisa menambah tekanan inflasi, dan prospeknya dipenuhi ketidakpastian besar. Pesan untuk beberapa minggu ke depan: jangan berharap pemangkasan suku bunga. Pandangan ini diperkuat oleh data CPI (Indeks Harga Konsumen, ukuran inflasi) Februari 2026, yang menunjukkan inflasi inti (core inflation: inflasi tanpa komponen yang sangat bergejolak seperti makanan dan energi) tetap tinggi di 3,1% per tahun. Kebijakan kemungkinan tetap untuk beberapa waktu sampai ada bukti jelas inflasi benar-benar menurun. Tidak ada kebutuhan mendesak untuk mengubah kebijakan moneter (kebijakan bank sentral yang mengatur suku bunga dan jumlah uang beredar). Pasar tenaga kerja terlihat stabil, dengan laporan terbaru menunjukkan 190.000 pekerjaan bertambah pada Februari 2026 sementara tingkat pengangguran tetap 3,8%. Ini memberi pembuat kebijakan ruang untuk bersabar dan berhati-hati soal suku bunga.Posisi Pasar Saat The Fed Tetap
Prospek inflasi tetap tidak pasti, terutama karena risiko ke arah lebih tinggi. Diskusi terbaru tentang peninjauan tarif atas barang impor, yang muncul pada akhir Februari, bisa menambah tekanan inflasi. Ini menunjukkan bahwa harga opsi (options pricing: cara pasar menilai harga kontrak opsi) — terutama untuk instrumen (produk keuangan) yang sensitif terhadap suku bunga — mungkin belum sepenuhnya mencerminkan ketidakpastian besar ini. Karena itu, perlu dipertimbangkan bahwa taruhan pada pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat kemungkinan tidak menguntungkan. Strategi yang diuntungkan dari suku bunga stabil atau lebih tinggi, seperti menjual opsi call out-of-the-money (opsi call: hak membeli; out-of-the-money: harga kesepakatan lebih tinggi dari harga pasar saat ini sehingga belum menguntungkan jika langsung dipakai) pada futures SOFR (kontrak berjangka berbasis SOFR; SOFR adalah suku bunga acuan pinjaman semalam yang dijamin) Juni 2026, bisa menarik. Kebijakan saat ini dinilai sudah tepat untuk prospek ekonomi. Saat bank sentral menahan kebijakan, ambang batas untuk mereka turun tangan mendukung pasar menjadi lebih tinggi dibanding sebelumnya. Ini berarti strategi lindung nilai (hedging: langkah untuk mengurangi risiko kerugian), seperti membeli put (opsi put: hak menjual) pada indeks saham besar, bisa lebih bijak. Kondisi keuangan masih dinilai mendukung pertumbuhan, tetapi sikap sabar ini mengurangi “jaring pengaman”. Kita perlu mengingat pelajaran dari masa lalu. Melihat kembali ke 2025, pasar futures Fed funds (kontrak berjangka yang mencerminkan perkiraan pasar atas suku bunga acuan The Fed) berulang kali memperkirakan beberapa pemangkasan suku bunga yang pada akhirnya tidak terjadi karena inflasi turun lebih lambat dari perkiraan. Sejarah menunjukkan kita perlu hati-hati saat bertaruh melawan bank sentral yang sabar.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.