Radhika Rao dari DBS mengatakan data India pascakonflik menunjukkan inflasi grosir meningkat, CPI merangkak naik, dan WPI terus menanjak

    by VT Markets
    /
    Apr 16, 2026

    Data awal pascakonflik untuk India menunjukkan inflasi grosir lebih kuat dan kenaikan moderat pada CPI (Consumer Price Index/Indeks Harga Konsumen, ukuran inflasi di tingkat konsumen). Indeks Harga Perdagangan Besar (WPI/Wholesale Price Index, ukuran inflasi di tingkat produsen dan harga grosir) dinilai lebih sensitif terhadap perubahan harga komoditas dan biaya impor, sehingga diperkirakan naik karena efek basis (perbandingan dengan periode sebelumnya yang membuat kenaikan terlihat lebih besar) dan tekanan dari luar negeri.

    Dalam jangka dekat, dampak pada harga diperkirakan lebih besar daripada dampak pada pertumbuhan, tergantung berapa lama ketegangan geopolitik bertahan. Untuk FY26 (tahun fiskal), defisit perdagangan yang lebih lebar diimbangi oleh ekspor jasa yang stabil, sehingga defisit transaksi berjalan (current account deficit, selisih bersih arus devisa dari perdagangan barang/jasa serta pendapatan) setahun penuh bertahan di sekitar -0,6–0,7% dari PDB.

    Bond Yields Outlook

    Imbal hasil obligasi (bond yields, tingkat pengembalian obligasi) India diperkirakan bergerak terbatas dalam kisaran, karena ada kekuatan yang saling mengimbangi. Jika tidak ada eskalasi baru di Timur Tengah, imbal hasil diproyeksikan tetap di 6,8–7,0%.

    Likuiditas sistem perbankan dinilai longgar. RBI (Reserve Bank of India/bank sentral India) menggunakan langkah administratif untuk memperlambat pelemahan rupee satu arah, dengan USD/INR (kurs dolar AS terhadap rupee) bertahan di atas 93,00 pada pertengahan pekan setelah sempat mendekati rekor 95,0 pada Maret, seiring dampak yang dilaporkan pada arus portofolio (portfolio flows, aliran dana investasi asing ke aset keuangan).

    Kekhawatiran utama adalah inflasi grosir naik lebih cepat daripada inflasi konsumen, tren yang ditegaskan data Maret 2026 dengan WPI di 5,8%. Pola serupa terjadi saat guncangan komoditas awal 2025, sehingga tekanan kenaikan ini dinilai nyata. Karena itu, posisi untuk suku bunga jangka sangat pendek yang lebih tinggi lewat OIS (overnight index swaps, kontrak swap untuk bertaruh/menutup risiko perubahan suku bunga acuan jangka pendek) dapat menjadi lindung nilai (hedge, strategi mengurangi risiko) jika bank sentral menjadi lebih ketat (hawkish, cenderung menaikkan suku bunga untuk menekan inflasi).

    Imbal hasil obligasi pemerintah India diperkirakan tetap terjebak di kisaran sempit 6,8%–7,0% dalam waktu dekat. Yield 10 tahun kini berada dekat batas atas kisaran tersebut di 6,95%, mirip fase konsolidasi ketat pada kuartal IV 2025. Kondisi ini cocok untuk strategi yang diuntungkan dari volatilitas rendah, seperti menjual strangle (strategi opsi menjual call dan put di luar harga saat ini untuk memperoleh premi) pada kontrak berjangka (futures) obligasi 10 tahun guna mengumpulkan premi (premium, biaya yang diterima penjual opsi).

    Currency And Reserves

    Di sisi mata uang, RBI aktif menahan kenaikan USD/INR, sehingga pelemahan rupee tidak lepas kendali. Setelah pasangan ini turun ke 93,00 dari rekor sekitar 95,00 bulan lalu, volatilitas tersirat (implied volatility, perkiraan volatilitas yang tercermin dari harga opsi) menurun, sehingga opsi menjadi lebih murah. Cadangan devisa India yang mencetak rekor baru US$655 miliar pada Februari 2026 memberi RBI ruang besar untuk melanjutkan kebijakan ini, sehingga membeli opsi put USD/INR (hak untuk menjual USD/INR pada harga tertentu, biasanya untuk mengambil untung saat USD/INR turun atau sebagai perlindungan) dinilai menawarkan profil risiko-imbal hasil yang menarik.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code