Radhika Rao dari DBS Mengulas Raihan BJP di Benggala Barat, Terpilih Kembalinya Pemerintah Assam, serta Perubahan Politik di Tamil Nadu dan Kerala

    by VT Markets
    /
    May 6, 2026

    BJP mencetak kenaikan bersejarah di Bengal Barat dan meraih masa jabatan ketiga di Assam, sementara hasil juga menunjukkan perubahan di Tamil Nadu dan Kerala. Pemilu digelar di Bengal Barat, Tamil Nadu, Kerala, Assam, dan Puducherry.

    Anggaran negara bagian dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan belanja bantuan sosial dan belanja “populis” (belanja untuk menarik dukungan publik jangka pendek) yang lebih tinggi. Ini mendorong rasio defisit melampaui ambang 3% dari PDB pada tahun fiskal FY26 dan kemungkinan FY27, bersamaan dengan melebar­nya selisih imbal hasil (spread) pinjaman State Development Loan/S­DL (obligasi yang diterbitkan pemerintah negara bagian) dibanding acuan.

    Janji kampanye diperkirakan menambah tekanan pada keuangan negara bagian tahun ini. Ini bisa memengaruhi cara pasar menilai risiko fiskal (risiko memburuknya kondisi anggaran pemerintah).

    Area yang terkait belanja pemerintah—seperti perkeretaapian, infrastruktur, pertahanan, elektrifikasi industri (perluasan pasokan listrik untuk pabrik dan kawasan industri), pelabuhan, dan manufaktur—menjadi sektor yang disorot. Analisis juga menyinggung risiko terhadap aset India dari harga minyak Brent (patokan harga minyak global), El Nino (fenomena cuaca yang kerap memicu cuaca ekstrem dan mengganggu produksi pangan), serta kenaikan imbal hasil obligasi.

    Kami menilai meluasnya pengaruh politik partai berkuasa—yang terlihat setelah kenaikan perolehan dalam pemilu negara bagian pada 2025—sebagai sinyal stabilitas kebijakan yang berlanjut. Tren jangka panjang ini mendukung pandangan positif untuk sektor tertentu yang terkait belanja pemerintah. Bagi pelaku derivatif (instrumen turunan seperti opsi dan kontrak berjangka), ini memperkuat alasan mengambil opsi beli (call option: hak membeli aset pada harga tertentu) berjangka lebih panjang pada indeks yang melacak infrastruktur dan manufaktur.

    Sektor seperti perkeretaapian, infrastruktur, dan pertahanan masih berpeluang diuntungkan dari fokus pemerintah yang konsisten. Anggaran Pemerintah Pusat (Union Budget) untuk FY27 mempertahankan pola ini dengan mengalokasikan rekor ₹3 triliun untuk perkeretaapian, melanjutkan dorongan belanja modal (capital expenditure: belanja untuk aset/proyek jangka panjang) yang berlangsung beberapa tahun terakhir. Pelaku pasar dapat mempertimbangkan posisi “bullish” (bertaruh harga naik) pada kontrak berjangka (futures: perjanjian jual-beli di masa depan) saham perusahaan rekayasa dan barang modal utama yang paling diuntungkan.

    Peringatan sebelumnya soal kenaikan defisit negara bagian akibat belanja populis telah terjadi, sehingga menjadi risiko yang jelas. Data terbaru Reserve Bank of India (RBI/bank sentral India) menegaskan defisit gabungan negara bagian untuk FY26 mencapai 3,4% dari GSDP (Produk Domestik Bruto Negara Bagian), melampaui target fiskal. Tekanan ini mengindikasikan potensi gejolak harga pada entitas yang didukung negara bagian dan instrumen utangnya.

    Hal ini terlihat di pasar obligasi, ketika spread antara SDL tenor 10 tahun dan surat utang pemerintah pusat melebar lagi 15 basis poin (bp; 1 bp = 0,01%) sejak akhir 2025. Ini menegaskan pasar memasang harga risiko yang lebih tinggi untuk utang negara bagian. Kontrak berjangka suku bunga (interest rate futures: derivatif yang nilainya mengikuti pergerakan suku bunga/imbal hasil) dapat dipakai untuk lindung nilai (hedging: mengurangi risiko) atau berspekulasi atas potensi kenaikan lebih lanjut pada imbal hasil tersebut.

    Risiko eksternal juga perlu dilindungi. Dengan harga minyak Brent kini di sekitar US$90 per barel, tekanan pada tagihan impor India dan inflasi menjadi perhatian besar. Ini membuat pembelian opsi jual (put option: hak menjual aset pada harga tertentu, dipakai sebagai proteksi saat pasar turun) untuk rupee India atau untuk sektor sensitif minyak seperti cat dan penerbangan menjadi strategi yang lebih hati-hati.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code