Implikasi Untuk Kebijakan The Fed
Pertumbuhan upah 0,4% yang lebih tinggi dari perkiraan ini menunjukkan inflasi (kenaikan harga barang dan jasa secara umum) masih sulit turun. Ini membuat Federal Reserve (bank sentral AS) lebih sulit untuk membenarkan pemangkasan suku bunga (penurunan biaya pinjaman) dalam waktu dekat. Karena itu, kita perlu mengantisipasi nada yang lebih hati-hati atau “hawkish” (cenderung ketat, lebih fokus menahan inflasi meski harus menjaga suku bunga tinggi) dari bank sentral pada pernyataan-pernyataan berikutnya. Sebagai respons, kami memantau futures suku bunga (kontrak untuk memperkirakan arah suku bunga ke depan) karena pasar mulai mengurangi peluang pemangkasan suku bunga pada kuartal kedua. CME FedWatch Tool (alat untuk memperkirakan peluang keputusan suku bunga The Fed berdasarkan harga pasar) kini menunjukkan hanya peluang 35% untuk pemangkasan pada rapat Juni, turun dari lebih 70% sebulan lalu. Ini berarti strategi opsi (kontrak yang memberi hak beli/jual aset pada harga tertentu) yang diuntungkan jika suku bunga tetap tinggi lebih lama menjadi lebih menarik. Untuk pasar saham, data ini menjadi hambatan, terutama untuk saham pertumbuhan dan teknologi yang sensitif terhadap biaya pinjaman. Kami mempertimbangkan membeli opsi put (hak untuk menjual, biasanya untung saat harga turun) pada Nasdaq 100 (NDX) untuk lindung nilai (hedge: mengurangi risiko) terhadap potensi penurunan dalam beberapa minggu ke depan. Volatilitas tersirat (perkiraan gejolak harga yang tercermin dalam harga opsi) bisa meningkat, sehingga posisi beli pada VIX (indeks “rasa takut” pasar yang biasanya naik saat pasar bergejolak) bisa menjadi pilihan jangka pendek. Laporan upah ini penting karena bulan lalu angka inti Indeks Harga Konsumen/Consumer Price Index (core CPI: ukuran inflasi yang menghapus komponen yang sangat mudah naik-turun seperti makanan dan energi) bertahan di 3,1%, jauh di atas target The Fed 2%. Jika minggu depan inflasi kembali tinggi, pemangkasan suku bunga di pertengahan tahun hampir pasti tidak dipertimbangkan. Pasar sangat peka terhadap rangkaian bukti bahwa inflasi tetap “sticky” (sulit turun).Kekuatan Dolar Berpotensi Naik
Karena itu, dolar AS berpeluang menguat terhadap mata uang utama lain. The Fed yang menahan suku bunga tetap, sementara bank sentral lain mempertimbangkan pelonggaran (menurunkan suku bunga atau membuat kebijakan lebih longgar), menciptakan perbedaan yang menguntungkan bagi dolar. Karena itu kami melihat opsi call (hak untuk membeli, biasanya untung saat harga naik) pada Indeks Dolar AS U.S. Dollar Index (DXY) sebagai cara untuk mengambil posisi atas perbedaan arah kebijakan ini.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.