Kenaikan yang dipimpin saham teknologi mendorong S&P 500 kembali ke rekor tertinggi, seiring penguatan saham global di tengah turunnya kekhawatiran stagflasi (gabungan inflasi tinggi dan pertumbuhan ekonomi lemah) serta data ekonomi AS yang tetap kuat. Saham AS naik dari kuartil terbawah ke posisi menengah dalam peringkat kinerja global.
Dalam 24 jam terakhir, saham dan obligasi global menguat, dengan S&P 500 naik +0,81% ke rekor baru. NASDAQ juga mencetak rekor baru, naik +1,03%.
Semikonduktor Memimpin Lonjakan
Indeks Magnificent 7 (kelompok 7 saham teknologi raksasa) naik +0,26%. Saham chip memimpin penguatan, dengan Philadelphia Semiconductor Index naik +4,23% (indeks saham perusahaan semikonduktor).
Philadelphia Semiconductor Index naik +53,7% sejak 30 Maret. Dalam perdagangan setelah jam bursa (after-hours, yaitu transaksi setelah bursa reguler tutup), saham AMD melonjak +16%, dan Super Micro Computer juga naik setelah penutupan bursa AS.
Dengan S&P 500 menembus 6.200 ke rekor baru, momentum naik terlihat jelas. Kenaikan ini didorong data ketenagakerjaan April yang kuat dengan tambahan 250.000 pekerjaan, serta CPI (Consumer Price Index/Indeks Harga Konsumen, ukuran inflasi) yang turun ke 2,8%, sehingga meredakan kekhawatiran stagflasi seperti tahun lalu.
Fokus kekuatan ada pada emiten chip, dengan Philly Semiconductor Index (SOX) melonjak di atas 7.500. Ini bukan reli yang merata di seluruh pasar, melainkan penguatan yang spesifik dipimpin teknologi. Untuk beberapa pekan ke depan, membeli opsi call (hak membeli aset pada harga tertentu sebelum tanggal tertentu) pada saham semikonduktor unggulan atau ETF SMH (reksa dana yang diperdagangkan di bursa yang berisi saham semikonduktor) memberi eksposur dengan “leverage” (dampak pergerakan harga yang lebih besar dibanding modal yang dikeluarkan) pada tren ini.
Mengelola Risiko Saat Tetap Optimistis
Optimisme ini berbeda dari ketidakpastian suku bunga sepanjang 2025. Saat itu pasar bergejolak dan tidak punya arah jelas. Kini, ketika Federal Reserve terlihat lebih dovish (cenderung mendukung suku bunga lebih rendah/lebih longgar), peluang pergerakan jangka pendek masih condong naik.
Namun pasar tidak bergerak lurus. Dengan VIX (indeks volatilitas, sering disebut “indeks ketakutan” pasar) bertahan rendah di 13, opsi put protektif (hak menjual untuk melindungi nilai) pada SPX (indeks S&P 500) atau QQQ (ETF yang melacak NASDAQ-100) relatif murah. Ini bisa menjadi “asuransi” untuk melindungi keuntungan jika terjadi pembalikan mendadak atau guncangan geopolitik.
Dengan volatilitas tersirat tinggi (perkiraan volatilitas dari harga opsi, mencerminkan ekspektasi pasar) pada beberapa saham teknologi yang paling kuat, menjual out-of-the-money put credit spreads (strategi opsi: menjual put di harga strike lebih tinggi dan membeli put di strike lebih rendah untuk membatasi risiko; out-of-the-money berarti harga strike berada di bawah harga saham saat ini; credit berarti menerima premi bersih) bisa menarik. Strategi ini menghasilkan premi (pendapatan dari penjualan opsi) dengan asumsi saham-saham pemimpin pasar tidak turun tajam dalam waktu dekat, sehingga tetap memanfaatkan kekuatan pasar tanpa terekspos penuh pada penurunan besar.
Buat akun live VT Markets dan mulai trading sekarang.