Risalah rapat The Fed (bank sentral AS) pada Maret menunjukkan sebagian besar pembuat kebijakan mendukung suku bunga tetap, dengan Target Range Fed Funds (kisaran sasaran suku bunga acuan antarbank AS) dipertahankan di 3,50%–3,75%. Banyak peserta menilai kebijakan sudah berada dalam kisaran netral yang masuk akal (tingkat suku bunga yang tidak mendorong maupun menahan ekonomi), sehingga syarat untuk kenaikan lanjutan menjadi lebih ketat.
Para pejabat membahas pendekatan dua arah, yakni membuka peluang pemangkasan jika inflasi mereda, namun dengan prasyarat. Mayoritas besar memperingatkan inflasi bisa tetap tinggi lebih lama, termasuk akibat kenaikan harga minyak dan tekanan harga yang lebih luas (kenaikan harga di banyak sektor, bukan hanya satu komoditas).
Prospek Kebijakan The Fed
Sebagian peserta menunda perkiraan waktu pemangkasan karena khawatir inflasi tetap membandel. Summary of Economic Projections (ringkasan proyeksi ekonomi dari pejabat The Fed) menunjukkan jalur inflasi lebih tinggi hingga 2026 dan perkiraan tingkat jangka panjang sedikit lebih tinggi.
Risalah menyebut ekspektasi pertumbuhan melemah dibanding awal tahun dan perhatian lebih besar pada risiko pasar tenaga kerja. Sebagian memperingatkan guncangan geopolitik dapat menurunkan perekrutan dan bisa memperkuat alasan pemangkasan suku bunga.
Ketidakpastian Timur Tengah dinilai sulit diukur, dengan risiko meningkat pada kedua sisi mandat (dua tujuan utama The Fed: inflasi stabil dan lapangan kerja maksimum). Risalah rapat 17–18 Maret dijadwalkan rilis pukul 18:00 GMT pada Rabu.
US Dollar Index (indeks nilai dolar AS terhadap sekeranjang mata uang utama) bergerak di dekat 99,00 setelah turun menuju SMA 200 hari (rata-rata bergerak sederhana 200 hari, indikator tren) di sekitar 98,50. Pasar memperkirakan satu kali atau tidak ada pemangkasan tahun ini, seiring imbal hasil US Treasury (yield obligasi pemerintah AS) yang lebih rendah.
Implikasi Pasar
Dengan pendekatan The Fed yang masih menunggu data, ketidakpastian meningkat. Laporan Consumer Price Index/CPI (indeks harga konsumen, ukuran inflasi) Maret menunjukkan inflasi tetap sulit turun di 3,8%, mendukung alasan menahan suku bunga. Namun laporan tenaga kerja terbaru menunjukkan pasar kerja mendingin, dengan penambahan payrolls (jumlah pekerjaan non-pertanian) hanya 175.000, memperkuat pandangan langkah berikutnya bisa pemangkasan jika ekonomi melemah lagi.
Bagi pelaku transaksi derivatif suku bunga (kontrak turunan berbasis suku bunga), peluang lebih besar ada pada volatilitas (naik-turun harga) daripada arah. Pasar hampir hanya memperhitungkan satu kali pemangkasan hingga akhir tahun, sehingga opsi atas SOFR futures (kontrak berjangka berbasis suku bunga acuan SOFR—Secured Overnight Financing Rate, suku bunga pinjaman semalam berbasis jaminan) bisa menjadi alat yang berguna. Strategi yang diuntungkan dari pergerakan tajam ekspektasi yield, seperti long straddle (membeli call dan put dengan strike dan jatuh tempo sama untuk bertaruh pada pergerakan besar), makin diminati menjelang rilis data inflasi dan ketenagakerjaan.
Di pasar valuta asing, US Dollar Index bergerak datar di sekitar 99,00, turun dari kisaran 104–106 yang terlihat sepanjang 2024. Pelemahan ini mencerminkan risiko yang seimbang bagi The Fed: inflasi lebih panas bisa menguatkan dolar, tetapi ekonomi yang melemah bisa menekannya. Perdagangan dalam rentang pada pasangan utama seperti EUR/USD dengan opsi (kontrak hak beli/jual) lebih aman sampai ada pemicu yang lebih jelas.
Risiko inflasi yang bertahan terkait langsung dengan tensi geopolitik dan harga energi, dengan minyak mentah West Texas Intermediate/WTI (patokan harga minyak AS) bertahan di sekitar US$95 per barel. Meski ada gencatan senjata yang rapuh di Timur Tengah, risiko supply shock (gangguan pasokan yang mendadak) tetap tinggi. Ini membuat long-dated call options (opsi beli berjangka lebih panjang) pada minyak berguna sebagai lindung nilai, karena eskalasi kemungkinan menguatkan sikap The Fed “higher for longer” (suku bunga tinggi lebih lama).
Ketegangan kebijakan ini menahan pasar saham dalam rentang sempit, menyulitkan strategi pengikut tren. Prospek suku bunga tinggi berkepanjangan menjadi batas atas bagi indeks seperti S&P 500. Karena itu, strategi yang untung saat pasar bergerak mendatar, seperti menjual covered calls (menjual opsi beli dengan memiliki saham sebagai penutup risiko) atau menyusun iron condor (strategi opsi yang mendapat untung jika harga tetap dalam rentang tertentu), berpotensi lebih baik dalam beberapa pekan ke depan.
Buat akun live VT Markets dan mulai trading sekarang.