Rupee India Pulih saat Harga Minyak Turun dan Dolar Melemah, Membebani USD/INR jelang Data Ketenagakerjaan AS

    by VT Markets
    /
    May 7, 2026

    Rupee India berbalik dari pelemahan awal menjadi menguat terhadap Dolar AS pada Kamis, dengan USD/INR di sekitar 94,15. Pergerakan ini terjadi setelah tekanan jual baru di minyak, menyusul laporan kemajuan menuju pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur laut penting yang mengalirkan hampir 20% pasokan energi global.

    Minyak mentah WTI (West Texas Intermediate, patokan harga minyak AS) turun hampir 3% ke sekitar US$90,00. Al-Hadath menyebut pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran masih berlanjut, dengan klaim peluang terobosan dalam beberapa jam ke depan bagi kapal-kapal yang tertahan di selat tersebut.

    Penurunan Minyak Mendukung Rupee

    Mata uang negara pengimpor minyak seperti India sering menguat saat harga minyak turun, karena biaya impor energi menjadi lebih ringan. Penguatan INR terjadi seiring turunnya biaya minyak.

    Investor institusi asing (Foreign Institutional Investors/FII, investor besar dari luar negeri) masih mencatat penjualan bersih di India pada Mei, dengan aksi jual pada dua dari tiga hari perdagangan. Total arus keluar mencapai Rp 6.620,86 crore (satuan di India; 1 crore = 10 juta).

    Dolar AS juga melemah, dengan Dollar Index (indeks kekuatan Dolar AS terhadap sekeranjang mata uang utama) turun 0,12% ke sekitar 97,90, dekat level terendah lebih dari dua bulan pada Rabu di 97,62. Pasar menunggu data US Nonfarm Payrolls (NFP, laporan tenaga kerja AS di luar sektor pertanian) pada Jumat, yang diperkirakan menunjukkan 60 ribu pekerjaan baru.

    Secara teknikal, USD/INR turun mendekati EMA 20-hari (Exponential Moving Average, rata-rata bergerak yang memberi bobot lebih besar pada harga terbaru) di 94,17. RSI (Relative Strength Index, indikator momentum untuk menilai kuat-lemahnya pergerakan harga) turun ke sekitar 52,60, dengan support (area penopang harga) di kisaran 93 dan resistance (area penahan kenaikan) di 95,53.

    Prospek Perdagangan Dan Risiko Utama

    Dengan peluang terobosan dalam pembicaraan AS-Iran, harga minyak berpotensi turun, yang biasanya positif bagi rupee. Ini bisa mendorong USD/INR ke bawah rata-rata 20-hari di sekitar 94,17 dan membuka ruang menuju 93,00. Pelaku pasar bisa mempertimbangkan posisi jangka pendek bearish (strategi yang mengincar penurunan harga) pada USD/INR dengan asumsi sentimen tetap positif dan biaya energi melemah.

    Namun, perlu memantau langkah FII yang telah menjual lebih dari 6.600 crore saham India pada Mei. Ini menunjukkan mereka masih khawatir terhadap kondisi ekonomi India, termasuk inflasi yang tinggi dan sulit turun pada kuartal terakhir 2025 yang rata-rata di atas 5,8%. Tekanan jual asing dapat membatasi penguatan rupee meski harga minyak tetap rendah.

    Tarik-menarik antara kabar positif dari minyak dan arus keluar investasi ini menambah ketidakpastian, sehingga volatilitas (besar-kecilnya ayunan harga) bisa meningkat. Dalam kondisi seperti ini, sebagian trader memakai strategi opsi seperti long straddle (membeli opsi beli dan opsi jual pada harga dan jatuh tempo yang sama untuk mengejar pergerakan besar ke salah satu arah tanpa menebak arahnya). Per Mei 2026, India VIX (indikator volatilitas pasar saham India) sudah naik 4% pekan ini, menandakan ketidakpastian meningkat.

    Terakhir, pasar menunggu laporan NFP AS esok hari. Perkiraan 60 ribu pekerjaan tergolong lemah, jauh melambat dari rata-rata 175 ribu per bulan pada 2025. Jika hasilnya jauh lebih kuat, dolar AS bisa menguat dan mendorong USD/INR naik. Sebaliknya, jika lebih lemah dari perkiraan, pelemahan dolar bisa berlanjut dan membantu rupee.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code