Saat harga minyak melonjak 9%, saham AS dibuka turun 1%, meski penurunannya bisa saja lebih buruk

    by VT Markets
    /
    Mar 9, 2026
    Indeks saham AS dibuka turun sekitar 1% pada hari Senin saat harga minyak naik lebih dari 9% dibanding penutupan hari Jumat, dengan Selat Hormuz masih ditutup. Dalam 30 menit pertama, DJIA, Nasdaq Composite, dan S&P 500 turun antara 1,3% hingga 1,6%. Arab Saudi mengatakan akan memangkas produksi di dua ladang minyak, sambil menawarkan sekitar 4 juta barel minyak mentah melalui pipa Laut Merah. Kontrak berjangka minyak mentah menyentuh $119,48 semalam, tertinggi sejak Juni 2022, lalu turun ke bawah $100 per barel setelah laporan Financial Times tentang kemungkinan pelepasan cadangan oleh G7 (kelompok 7 negara ekonomi besar).

    Opsi Minyak Dipengaruhi Volatilitas

    Hims & Hers Health naik sekitar 40% setelah mencapai kesepakatan hukum dengan Novo Nordisk terkait obat penurun berat badan GLP-1 (obat yang meniru hormon usus untuk membantu menekan nafsu makan dan mengatur gula darah). Sektor consumer discretionary (saham barang/jasa non-pokok yang biasanya dibeli saat ekonomi kuat, seperti ritel dan hiburan) turun 2,5%, sementara energi naik 0,2%. TS Lombard mengatakan harga minyak yang lebih tinggi bisa menambah inflasi global dua poin persentase, yang bisa mengurangi peluang penurunan suku bunga. Selat Hormuz mengalirkan sekitar seperlima pasokan minyak dunia; patokan harga minyak mencakup $130,50 (Maret 2022) dan $147,27 (Juli 2008). Sejak awal tahun, Nasdaq Composite kini tertinggal dari S&P 500 dan Dow. Dengan minyak melonjak semalam, volatilitas (tingkat naik-turun harga yang tajam) kini menjadi faktor terpenting untuk diperdagangkan. Pergerakan ekstrem dari puncak $119 turun ke bawah $100 menunjukkan risiko dua arah sangat tinggi, sehingga taruhan arah harga dengan kontrak berjangka (futures: kontrak untuk membeli/menjual aset di harga tertentu pada waktu tertentu) menjadi berisiko. Kita sebaiknya melihat pembelian opsi straddle atau strangle pada minyak mentah (strategi opsi yang untung jika harga bergerak besar, baik naik maupun turun), karena situasi Selat Hormuz bisa memburuk atau selesai tiba-tiba.

    Perlindungan Indeks dengan Opsi Put

    Penurunan cepat di S&P 500 dan NASDAQ adalah sinyal jelas ketakutan, dan kita perlu bersiap untuk kemungkinan tren turun jangka pendek makin dalam. Membeli opsi put (hak untuk menjual di harga tertentu) pada ETF indeks besar seperti SPY atau QQQ adalah cara langsung untuk lindung nilai (hedge: mengurangi risiko kerugian) pada portofolio posisi beli kita atau untuk berspekulasi penurunan lanjutan. Secara historis, guncangan geopolitik membuat VIX (indeks volatilitas pasar yang sering disebut “indeks ketakutan”) melonjak; misalnya, VIX naik lebih dari dua kali lipat pada awal 2020 dan melonjak lebih dari 75% dalam beberapa minggu saat invasi Ukraina 2022, menunjukkan betapa cepatnya kepanikan menyebar. Kita melihat rotasi sektor klasik, dengan energi menguat sementara saham consumer discretionary terkena pukulan paling besar. Ini memberi peluang jelas untuk pairs trade (strategi memasang posisi berlawanan pada dua aset terkait, misalnya satu dibeli dan satu dijual) menggunakan opsi pada ETF sektor. Kita bisa mempertimbangkan membeli call (opsi beli: hak untuk membeli di harga tertentu) pada Energy Select Sector SPDR Fund (XLE) untuk memanfaatkan dorongan dari harga minyak yang lebih tinggi sambil membeli put pada Consumer Discretionary SPDR Fund (XLY), karena harga bensin yang tinggi berkepanjangan hampir pasti menekan belanja konsumen. Ancaman inflasi global yang naik akan menempatkan bank sentral pada posisi sulit, sehingga penurunan suku bunga sangat kecil kemungkinannya dalam waktu dekat. Ini berarti harga obligasi bisa turun saat imbal hasil (yield: tingkat pengembalian obligasi) naik untuk mencerminkan risiko inflasi baru. Kita bisa menyatakan pandangan ini dengan membeli put pada ETF obligasi pemerintah AS bertenor panjang (long-duration: obligasi dengan jatuh tempo lama, lebih sensitif terhadap perubahan suku bunga), strategi yang sangat menguntungkan pada periode 2022–2023 ketika Federal Reserve agresif menaikkan suku bunga untuk melawan inflasi. Meski pasar luas sedang dijual, lonjakan 40% pada saham Hims & Hers Health menunjukkan berita spesifik perusahaan tetap menjadi penggerak kuat. Ini mengingatkan kita untuk tetap mencari peluang unik pada opsi saham individual yang tidak terkait konflik geopolitik. Volatilitas tersirat (implied volatility: perkiraan pasar tentang seberapa besar harga akan bergerak, tercermin pada harga opsi) pada saham dengan pemicu besar (catalyst: peristiwa yang dapat menggerakkan harga, seperti laporan kinerja atau keputusan hukum) bisa memberi peluang untung yang terpisah dari pergerakan minyak atau indeks utama.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code