Emas (XAU/USD) turun sekitar 0,20% pada Senin seiring harga minyak naik dan kekhawatiran inflasi meningkat. Emas diperdagangkan di $4,734 setelah sempat menyentuh $4,750 pada awal hari.
Presiden AS Donald Trump mengatakan Iran ingin membuat kesepakatan “sangat ingin” dan “tidak setuju untuk tidak memiliki senjata nuklir”. Ia juga mengatakan AS akan “mengambil kembali material nuklir”.
Risiko Timur Tengah Dan Reaksi Dolar
Indeks Dolar AS (DXY)—ukuran kekuatan dolar terhadap sekeranjang mata uang utama—berbalik melemah setelah komentar ini, turun 0,09% ke 98,61. AS memulai blokade di Selat Hormuz pada pukul 10:00 AM EDT (waktu Pantai Timur AS) pada Senin untuk menghentikan kapal berbendera Iran dan kapal yang berangkat dari pelabuhan Iran.
Penjualan Rumah yang Sudah Ada di AS (US Existing Home Sales)—data transaksi rumah yang sudah pernah ditempati—turun ke 3,98 juta pada Maret, turun 3,6% dibanding bulan sebelumnya dan terendah dalam sembilan bulan. Namun, pasar lebih fokus pada situasi AS-Iran.
Presiden The Fed San Francisco Mary Daly mengatakan penahanan suku bunga lebih mungkin daripada kenaikan, dan suku bunga dapat tetap jika inflasi masih tinggi. CPI AS (Indeks Harga Konsumen)—indikator inflasi di tingkat konsumen—naik 3,3% secara tahunan pada Maret, hampir 1% lebih tinggi dibanding Februari.
Imbal hasil (yield) US Treasury 10 tahun—tingkat keuntungan obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun—berada di 4,30%, turun 1,5 basis poin (1 bp = 0,01%). Data berikutnya mencakup ADP Employment Change (rata-rata 4 minggu)—perkiraan perubahan pekerjaan sektor swasta versi ADP—dan PPI Maret, perkiraan 4,6% secara tahunan. PPI (Indeks Harga Produsen) mengukur inflasi dari sisi harga di tingkat produsen/pabrik.
Level Teknikal Dan Rencana Volatilitas
Secara teknikal, emas memantul dari $4,639, dengan SMA (Simple Moving Average/rata-rata bergerak sederhana) 20 hari dan 100 hari di $4,658–$4,668. Resistance (batas atas/hambatan kenaikan harga) berada di $4,750, lalu $4,800, $4,857, dan SMA 50 hari di $4,897; support (batas bawah/penahan penurunan harga) berada di $4,700, lalu $4,668/58 dan $4,600.
Melihat tanggal saat ini 14 April 2026, emas berada di antara risiko konflik yang lebih luas dengan Iran dan The Fed yang enggan memangkas suku bunga karena inflasi. Blokade baru AS di Selat Hormuz diperkirakan menjadi pemicu utama volatilitas (naik-turunnya harga), sehingga pedagang dapat mempertimbangkan strategi yang diuntungkan dari pergerakan besar. Ini berarti mempertimbangkan opsi seperti straddle atau strangle—strategi opsi yang bisa untung jika harga bergerak tajam naik atau turun. Opsi adalah kontrak yang memberi hak (bukan kewajiban) untuk membeli/menjual aset pada harga tertentu; straddle biasanya membeli opsi beli (call) dan opsi jual (put) pada harga strike yang sama, sedangkan strangle memakai strike yang berbeda.
Inflasi menjadi tekanan bagi emas karena menjaga yield obligasi tetap tinggi dan memperkuat alasan The Fed menahan suku bunga. Dengan CPI Maret melonjak ke 3,3%, pola yang mirip lonjakan inflasi awal 2022, proyeksi PPI 4,6% menjadi kunci. Tekanan harga yang bertahan membuat membeli call jangka panjang mahal, sehingga pedagang bisa memilih call spread untuk menekan biaya awal. Call spread adalah strategi membeli call dan menjual call lain pada strike berbeda untuk mengurangi biaya, namun membatasi potensi keuntungan.
Kenaikan harga minyak mentah mendorong ketakutan inflasi, tetapi pasar juga perlu memantau peluang meredanya tensi di Timur Tengah. Komentar Trump bahwa Iran ingin kesepakatan meningkatkan risiko headline (risiko dari berita mendadak) bagi siapa pun yang memegang posisi beli emas. Karena itu, penting melindungi risiko penurunan tiba-tiba, misalnya dengan membeli put di bawah level kunci $4,700. Put adalah opsi untuk menjual pada harga tertentu, sering dipakai sebagai “asuransi” saat harga jatuh.
Dari sisi teknikal, area sekitar $4,660, tempat SMA 20 dan 100 hari bertemu, menjadi lantai support yang kuat. Kemungkinan ada trader yang menjual cash-secured put—menjual put sambil menyiapkan dana tunai agar siap membeli jika dieksekusi—dengan strike di dekat level ini, sehingga bisa mengantongi premi (uang yang diterima penjual opsi). Volatilitas di opsi emas berpotensi tetap tinggi, seperti saat Gold Volatility Index (GVZ)—indeks yang mengukur volatilitas tersirat opsi emas—bertahan di atas 18 pada peristiwa geopolitik 2024.
Dalam beberapa pekan ke depan, pasar akan fokus pada laporan PPI dan perkembangan Selat Hormuz. Angka inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan bisa mendorong emas turun untuk menguji support $4,660, sementara eskalasi blokade dapat mendorongnya menembus resistance $4,800. Trader perlu siap untuk dua arah, karena kondisi saat ini tidak mendukung taruhan satu sisi.