Pasar Mengamati Kemungkinan Tindakan
Pasar memantau kemungkinan tindakan Kementerian Keuangan jika peringatan ini tidak menstabilkan nilai tukar. Perhatian juga tertuju pada rapat kebijakan Bank of Japan (bank sentral Jepang) dan kunjungan Perdana Menteri Sanae Takaichi ke Washington akhir pekan ini. USD/JPY bertahan di sekitar 159 setelah mencapai level tertinggi tahunan 159,75 Jumat lalu. Trader mengawasi dukungan garis tren (trendline support: garis pada grafik yang sering menjadi “batas” area harga) di 158,80 untuk penembusan yang bertahan (sustained break: turun melewati level itu dan tetap di bawahnya), yang dibutuhkan sebelum mempertimbangkan koreksi (pullback: penurunan sementara setelah kenaikan) dari kenaikan yang dimulai di 152,25 pada 12 Februari. Artikel ini dibuat dengan bantuan alat AI dan ditinjau editor.Risiko Intervensi Dan Level Kunci
Kita perlu mengingat reaksi pasar yang tajam saat intervensi (intervention: pemerintah atau bank sentral masuk pasar membeli/menjual mata uang untuk memengaruhi kurs) pada musim semi 2024. Saat itu, otoritas Jepang menghabiskan rekor 9,8 triliun yen ketika dolar menembus di atas 160, sehingga pasangan ini turun beberapa yen hanya dalam hitungan jam. Contoh ini menunjukkan mereka serius dan mampu memicu pembalikan arah yang sangat cepat. Secara fundamental, selisih besar suku bunga antara U.S. Federal Reserve (bank sentral AS) di atas 5% dan Bank of Japan dekat 0,1% masih mendukung dolar yang kuat. Tekanan ini berarti penguatan yen karena intervensi bisa saja hanya sementara, meski penurunannya bisa tajam, sehingga menjadi peluang untuk kembali menjual yen (atau membeli dolar). Karena itu, trader akan mengamati apakah setiap penurunan cepat mendapat pembeli. Posisi pasar saat ini mendukung kekhawatiran pemerintah soal spekulasi. Data pekan lalu menunjukkan posisi net short spekulatif terhadap yen (net short: lebih banyak pelaku pasar yang “bertaruh” yen akan turun dibanding yang bertaruh naik) masih mendekati level tertinggi dalam beberapa tahun. Banyaknya pihak yang bertaruh melawan yen berarti intervensi bisa memicu short squeeze (short squeeze: pelaku yang bertaruh turun terpaksa membeli kembali sehingga pergerakan berbalik makin cepat), mempercepat penurunan dolar. Risiko berada di sisi yang salah saat pergerakan seperti ini kini sangat tinggi. Level kunci yang perlu dipantau adalah dukungan garis tren 158,80. Penembusan bertahan di bawah titik ini setelah intervensi akan menandakan koreksi lebih dalam, sehingga opsi put USD/JPY (put option: kontrak yang memberi hak menjual pada harga tertentu; biasanya untung saat harga turun) bisa menjadi strategi yang masuk akal. Menjelang rapat Bank of Japan, memegang opsi call yen (call option: kontrak yang memberi hak membeli pada harga tertentu; biasanya untung saat yen menguat) bisa menjadi cara berbiaya rendah untuk mendapat untung dari aksi pemerintah yang mengejutkan. Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.