Saham Asia dibuka bervariasi karena para pelaku pasar masih gelisah, di tengah tenggat waktu pembukaan kembali Selat Hormuz yang kembali ditegaskan Trump, ketegangan meningkat

    by VT Markets
    /
    Apr 6, 2026
    Saham Asia memulai pekan ini bervariasi saat para pelaku pasar memantau kemungkinan konflik tambahan di Timur Tengah. Presiden AS Donald Trump mengatakan infrastruktur sipil Iran, termasuk pembangkit listrik dan jembatan, bisa dihancurkan jika Selat Hormuz tidak dibuka kembali paling lambat Selasa. Iran mengatakan lalu lintas melalui Selat Hormuz bisa dilanjutkan jika sebagian pendapatan disisihkan untuk menutup kerusakan akibat perang. Ali Akbar Velayati, penasihat Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei, mengatakan Selat Bab el-Mandeb di Laut Merah juga bisa menjadi sasaran.

    Dampak Pasar Dan Sentimen Risiko

    Perkembangan ini meningkatkan kekhawatiran gangguan pada jalur perdagangan utama dan menekan minat terhadap aset berisiko (aset yang harganya lebih mudah naik-turun, seperti saham). Harga minyak mentah yang tinggi terus menambah kekhawatiran inflasi (kenaikan harga barang dan jasa secara umum). Laporan US Nonfarm Payrolls (NFP: data jumlah pekerjaan baru di luar sektor pertanian, indikator kekuatan pasar kerja AS) yang kuat pada Jumat mengurangi perkiraan penurunan suku bunga Federal Reserve (bank sentral AS) dalam waktu dekat. Pasar bergerak ke arah peluang lebih besar adanya kenaikan suku bunga AS pada akhir tahun. Nikkei 225 Jepang dan Kospi Korea Selatan naik sekitar 1%. IDX Composite Indonesia dan KLCI Malaysia turun, dengan likuiditas (ramainya transaksi jual-beli di pasar) lebih tipis karena libur Easter Monday di banyak pasar global. Dengan meningkatnya ketegangan di titik sempit jalur laut penting, volatilitas pasar (naik-turunnya harga yang cepat dan tajam) menjadi perhatian dan peluang utama. Kondisi saat ini, didorong ancaman geopolitik (risiko dari konflik antarnegara) dan sinyal bank sentral yang cenderung hawkish (hawkish: condong menaikkan suku bunga untuk menahan inflasi), membuat kita perlu bersiap terhadap pergerakan harga besar di berbagai jenis aset. Kita perlu memakai derivatif (instrumen keuangan yang nilainya mengikuti aset lain, misalnya futures dan opsi) untuk lindung nilai (hedge: mengurangi risiko kerugian) dan juga untuk mengambil posisi sesuai pergerakan yang diperkirakan.

    Eksposur Energi Dan Lindung Nilai

    Ancaman terhadap Selat Hormuz, yang dilewati lebih dari 20% cairan minyak bumi global, membuat pasar energi sangat sensitif. Jika melihat kembali serangan ke fasilitas minyak Saudi pada 2019, harga minyak mentah sempat melonjak lebih dari 15% dalam satu hari karena takut pasokan terganggu. Kita bisa mempertimbangkan posisi beli (long: diuntungkan saat harga naik) pada kontrak futures (kontrak untuk membeli/menjual aset pada harga tertentu di masa depan) minyak WTI atau Brent, atau memakai opsi call (hak untuk membeli pada harga tertentu) untuk memanfaatkan potensi lonjakan harga sambil membatasi risiko. Gabungan potensi guncangan harga minyak dan kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed menjadi tekanan besar bagi saham. Biaya energi yang lebih tinggi menekan margin perusahaan (selisih laba), sementara suku bunga lebih tinggi membuat laba masa depan terasa kurang bernilai. Karena itu, kita dapat mempertimbangkan membeli opsi put pelindung (protective put: hak menjual untuk membatasi kerugian saat harga turun) pada indeks pasar luas seperti S&P 500 untuk melindungi portofolio yang hanya berisi posisi beli (long-only: hanya membeli aset, tanpa posisi jual). Indikator “ketakutan” pasar, VIX (indeks volatilitas yang sering dipakai sebagai ukuran kecemasan pasar), sudah tinggi dan bisa naik lagi jika ancaman berubah menjadi aksi. Kita pernah melihat VIX melonjak di atas 40 pada periode tekanan geopolitik berat, dan level serupa mungkin terjadi sekarang. Memakai opsi call VIX atau futures VIX memungkinkan taruhan langsung pada meningkatnya kecemasan pasar dan dapat menjadi lindung nilai portofolio yang efektif. Laporan NFP yang kuat pada Jumat mengubah prospek suku bunga, sehingga ekspektasi penurunan suku bunga dalam waktu dekat hilang. Harga di pasar Fed funds futures (kontrak futures yang mencerminkan perkiraan suku bunga kebijakan The Fed) kini menunjukkan probabilitas lebih dari 65% akan ada kenaikan suku bunga pada akhir tahun, berbalik dari beberapa minggu lalu. Prospek ini menunjukkan kita bisa mempertimbangkan strategi yang diuntungkan saat imbal hasil naik, misalnya menjual (short: diuntungkan saat harga turun) kontrak futures Treasury tenor 10 tahun (surat utang pemerintah AS 10 tahun; harga obligasi biasanya turun saat imbal hasil naik).

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code