Saham minyak AS melonjak saat para pedagang beralih ke emas di tengah meningkatnya ketegangan AS-Israel dengan Iran dan risiko di Selat Hormuz

    by VT Markets
    /
    Mar 2, 2026
    Saham-saham minyak AS naik pada perdagangan pra-pasar hari Senin setelah Iran mencoba menutup Selat Hormuz. Sekitar 20% pasokan minyak dunia melewati selat itu. West Texas Intermediate (WTI) naik lebih dari 7% hingga di atas $72. Ini adalah level tertinggi sejak perang 12 hari melawan Iran dimulai pada Juni 2025.

    Saham Energi Naik Karena Takut Pasokan Terganggu

    SPDR S&P Oil & Gas Exploration & Production ETF (XOP) naik 5% pada perdagangan pra-pasar. Saham energi lain juga naik, termasuk APA dan Occidental Petroleum sebesar 7%. Exxon Mobil naik 5% dan Chevron bertambah 4%. Pergerakan ini terjadi karena harga minyak naik akibat kekhawatiran pasokan berkurang. OPEC (kelompok negara pengekspor minyak) menaikkan produksi minyak harian sebesar 411.000 barel per hari. Ini menyusul risiko gangguan akibat Selat Hormuz. Cadangan strategis China (stok minyak darurat milik negara) dan kemungkinan pelepasan stok minyak oleh International Energy Agency/IEA (lembaga energi yang bisa melepas stok minyak anggota untuk menambah pasokan) disebut sebagai sumber pasokan tambahan. Produksi minyak AS juga diperkirakan meningkat dalam beberapa minggu ke depan.

    Biaya Options Naik Saat Volatilitas Melonjak

    Saat pasar bereaksi terhadap penutupan Selat Hormuz, volatilitas (tingkat naik-turun harga) menjadi hal yang paling dicari. Indeks Cboe Crude Oil Volatility Index (OVX)—ukuran volatilitas untuk minyak mentah—melonjak di atas 55, level yang tidak terlihat sejak konflik musim panas 2025. Ini membuat options (kontrak yang memberi hak beli atau jual pada harga tertentu) untuk kontrak berjangka minyak mentah dan saham energi menjadi sangat mahal. Artinya, membeli put atau call akan berbiaya tinggi, jadi perlu strategi yang lebih terukur. Bagi yang memperkirakan konflik memburuk, ini bisa jadi peluang memakai call option (hak untuk membeli) pada produsen yang paling sensitif seperti Occidental Petroleum. Membeli call option jangka dekat pada OXY atau ETF XOP memberi posisi “berpengungkit” (potensi untung/rugi lebih besar dibanding modal) bahwa harga minyak mentah akan terus naik dalam beberapa minggu ke depan. Dengan lonjakan pra-pasar 7%, ini adalah cara langsung untuk bertaruh pada ketegangan geopolitik (risiko dari konflik antarnegara) yang berlanjut. Namun, konflik Juni 2025 dulu tajam tetapi singkat, dengan harga turun kembali setelah dua minggu. Kurva futures WTI (grafik harga kontrak berjangka untuk beberapa bulan ke depan) sudah masuk ke backwardation yang tajam, artinya harga jangka dekat lebih tinggi daripada jangka lebih jauh—menandakan trader (pelaku pasar) memperkirakan kekurangan pasokan ini mereda dalam beberapa bulan. Bull call spread (strategi membeli call dan menjual call lain di harga lebih tinggi) adalah cara yang lebih hati-hati untuk mengejar kenaikan lanjutan sambil membatasi biaya karena implied volatility (perkiraan volatilitas yang “tertanam” di harga options) tinggi. Volatilitas tinggi ini juga membuat strategi menjual premium (menjual options untuk menerima uang premi) terlihat menarik, tetapi berisiko, bagi yang yakin situasi akan stabil. Menjual cash-secured puts (menjual put dengan menyiapkan dana untuk membeli saham jika “terserah”/ditugaskan) pada perusahaan besar yang kuat seperti Chevron (CVX) memungkinkan kita menerima premi tinggi, dengan pandangan saham tidak akan turun jauh dari level sekarang. Implied volatility pada options XOP kini berada sekitar 30% di atas historical volatility 30 hari (volatilitas nyata 30 hari terakhir), yang menunjukkan harga options sedang mahal. Data pelacakan kapal tanker terbaru menunjukkan bahwa meski OPEC mengumumkan kenaikan produksi, volume barel yang benar-benar termuat baru naik sekitar 250.000 per hari, lebih kecil dari yang dijanjikan. Kita juga melihat Baker Hughes rig count (jumlah rig/alat pengeboran aktif, indikator aktivitas produksi) naik tiga minggu berturut-turut di Permian Basin (wilayah produksi minyak besar di AS), tetapi menambah produksi baru di AS butuh waktu. Jeda antara pengumuman dan pasokan nyata ini menunjukkan harga kemungkinan tetap tertopang setidaknya sebulan ke depan, sehingga lebih mendukung posisi bullish jangka pendek (posisi yang mengharapkan harga naik).

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code