Seiring konflik Iran semakin intensif, lonjakan harga minyak memicu kekhawatiran inflasi, menguatkan dolar di tengah perubahan ekspektasi terhadap The Fed

    by VT Markets
    /
    Mar 14, 2026
    Dolar AS menutup minggu ini lebih kuat karena perang AS/Israel melawan Iran mendekati dua minggu. Penutupan Selat Hormuz oleh Iran mengangkat harga minyak, meningkatkan risiko inflasi (kenaikan harga barang secara umum), dan mendorong permintaan mata uang aset aman (mata uang yang biasanya dicari saat pasar panik). Indeks Dolar AS (DXY) naik di atas 100,00 dan diperdagangkan dekat 100,30 setelah naik empat hari berturut-turut. Federal Reserve (bank sentral AS) mempertahankan suku bunga acuannya (bunga patokan) di 3,50%–3,75% pada Januari, menjelang keputusan suku bunga berikutnya pada Rabu.

    Level Mata Uang Utama

    EUR/USD diperdagangkan dekat 1,1430, sekitar level yang terakhir terlihat pada Agustus 2025. GBP/USD diperdagangkan dekat 1,3240, sekitar level yang terakhir dicapai pada Desember 2025. USD/JPY diperdagangkan dekat 159,60 setelah kenaikan harian yang terbatas. AUD/USD diperdagangkan di 0,7000 setelah turun dari 0,7100. WTI (minyak mentah acuan AS) diperdagangkan di $97 per barel setelah pelepasan cadangan pemerintah gagal menahan harga. WTI sempat menyentuh $119 per barel pada Senin, level yang tidak terlihat sejak 2022, sementara emas diperdagangkan di $5.044. Minggu ini mencakup agenda bank sentral dan data pada 16–20 Maret, ditambah pidato hingga 21 Maret. Agenda terjadwal meliputi keputusan RBA (bank sentral Australia), BoC (bank sentral Kanada), Fed (bank sentral AS), BoJ (bank sentral Jepang), BoE (bank sentral Inggris), SNB (bank sentral Swiss), ECB (bank sentral Eropa) dan PBoC (bank sentral Tiongkok), serta rilis seperti CPI (indeks harga konsumen/pengukur inflasi), PPI (indeks harga produsen/harga di tingkat pabrik), GDP (produk domestik bruto/ukuran total ekonomi), data pekerjaan, data perdagangan, penjualan rumah, dan survei bisnis.

    Volatilitas Dipicu Konflik

    Konflik yang berlanjut di Timur Tengah memicu volatilitas ekstrem (naik-turun harga yang sangat tajam) di pasar, dan ini diperkirakan berlanjut. Penutupan Selat Hormuz oleh Iran mengganggu sekitar seperlima pasokan minyak dunia, sehingga fokus utama ada pada harga energi dan dampaknya pada inflasi. Trader derivatif (kontrak turunan seperti opsi dan futures) sebaiknya bersiap menghadapi pergerakan tajam dan sulit diprediksi di semua kelas aset (kelompok investasi seperti mata uang, saham, komoditas) dalam beberapa minggu ke depan. Lonjakan WTI baru-baru ini ke $119 per barel menunjukkan pasar sangat sensitif terhadap gangguan pasokan. Walau harga turun kembali ke $97, laporan persediaan mingguan EIA (badan energi AS yang merilis data stok minyak) akan penting untuk pergerakan harga jangka pendek. Trader opsi (kontrak yang memberi hak beli/jual) perlu memperhatikan volatilitas tersirat (perkiraan gejolak harga yang “tercermin” pada harga opsi) yang sangat tinggi. Ini menunjukkan strategi yang diuntungkan dari pergerakan harga besar bisa lebih efektif daripada sekadar menebak arah. Keputusan suku bunga Federal Reserve pada Rabu menjadi agenda utama minggu ini karena panduan Januari kemungkinan sudah tidak sesuai. Secara historis, kenaikan minyak yang bertahan $10 per barel dapat menambah tekanan inflasi utama (inflasi total, termasuk energi dan pangan), sehingga menyulitkan arah kebijakan Fed. Indeks Dolar AS (DXY) yang menembus 100 menunjukkan aliran dana masuk ke dolar sebagai aset aman, pola yang juga terlihat pada krisis sebelumnya. Mata uang negara pengimpor energi melemah, dengan EUR/USD turun ke level Agustus 2025. Zona Euro sangat rentan terhadap lonjakan harga energi, yang akan menempatkan ECB pada posisi sulit dalam rapat Kamis ini. Trader perlu memantau perbedaan nada kebijakan (sikap lebih ketat atau lebih longgar) antara Fed dan ECB, yang dapat mendorong tren mata uang lebih lanjut. Status Yen Jepang sebagai aset aman membuat USD/JPY sulit menentukan arah dekat level tertinggi dua tahun. Sebaliknya, mata uang yang peka terhadap risiko seperti Dolar Australia jelas tertekan, dengan AUD/USD turun di bawah 0,7100. Sentimen risk-off (pelaku pasar menghindari aset berisiko) kemungkinan bertahan selama ketegangan geopolitik tetap tinggi.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code