Indikator Teknikal
Pasangan GBP/USD mengalami resistensi di 1.3250 dan bergerak turun menuju 1.3200, dengan indikator teknikal menunjukkan momentum penurunan lebih lanjut. Pound Sterling, sebagai mata uang resmi Inggris dan yang tertua di dunia, mempengaruhi sebagian besar transaksi forex global. Nilainya sangat dipengaruhi oleh kebijakan moneter Bank of England, terutama perubahan suku bunga sebagai respons terhadap inflasi. Indikator ekonomi lain seperti PDB dan neraca perdagangan juga berperan dalam penilaiannya. Pound tertekan oleh masalah politik domestik dan dolar AS yang mungkin lebih lemah. Dengan GBP/USD turun di bawah 1.3200, tekanan segera berada pada Sterling karena ketidakstabilan dalam pemerintahan Buruh. Ini menunjukkan bahwa setiap kekuatan dalam pasangan ini bisa menjadi peluang untuk menjual menjelang keputusan Federal Reserve minggu depan. Kebisingan politik di Inggris menjadi penghambat signifikan bagi pound, meskipun ada beberapa berita ekonomi positif. Jajak pendapat terbaru dari YouGov menunjukkan bahwa rating persetujuan Perdana Menteri Starmer telah jatuh menjadi 34%, menciptakan ketidakpastian yang tidak disukai pasar. Ini mengesampingkan laporan OBR tentang surplus £12 miliar, yang seharusnya mendukung mata uang tersebut.Perhatian Pada Federal Reserve
Semua perhatian kini tertuju pada pertemuan Federal Reserve pada 10 Desember, dengan pasar memperkirakan kemungkinan besar pemotongan suku bunga. Alat FedWatch dari CME saat ini menunjukkan kemungkinan 85% untuk pemotongan 25 basis poin, dipicu oleh data yang lebih lemah seperti laporan pekerjaan sebelum penutupan yang menunjukkan hanya 150.000 pekerjaan baru yang dibuka pada Oktober 2025. Pemotongan suku bunga kemungkinan akan melemahkan dolar, memberikan potensi dukungan bagi GBP/USD jika itu terjadi. Bagi para trader derivatif, ketidakpastian ini menunjukkan untuk membeli volatilitas. Mengingat resistensi teknis di 1.3250, membeli opsi put pada GBP/USD dengan harga pelaksanaan sekitar 1.3150 bisa menjadi cara yang bijak untuk bersiap menghadapi penurunan lebih lanjut. Strategi ini melindungi dari penurunan lebih lanjut sambil membatasi risiko jika keputusan Fed secara tidak terduga menguntungkan pasangan ini. Kita juga harus mempertimbangkan risiko bahwa Fed menunda pemotongan hingga Januari, yang akan menjadi kejutan hawkish dan dapat mengirim GBP/USD turun tajam. Di sisi lain, inflasi Inggris untuk Oktober 2025 tetap tinggi di 3,1%, yang mungkin mencegah Bank of England bersikap terlalu dovish. Ini bisa menciptakan dinamika tarik ulur, menjaga pasangan tetap terikat dalam rentang tetapi volatil. Buat akun VT Markets langsung Anda dan mulai trading sekarang.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.