Upaya Diplomatik Dan Pembicaraan Gencatan Senjata
Laporan lain menyebutkan rencana gencatan senjata AS disampaikan melalui Pakistan, yang berperan sebagai penengah (pihak yang membantu kedua negara berbicara). Pejabat senior Iran dilaporkan sedang meninjau proposal tersebut tetapi belum siap melakukan pembicaraan dengan Washington. Teheran dilaporkan akan menolak tawaran gencatan senjata AS dan mengajukan rencana lima poin. Rencana tersebut mencakup kendali kedaulatan (hak penuh sebagai negara) atas Selat Hormuz (jalur laut sempit yang sangat penting untuk pengiriman minyak). Pembuat kebijakan ECB (Bank Sentral Eropa) Olaf Sleijpen mengatakan harga energi yang lebih tinggi bisa menyebar ke inflasi yang lebih luas lebih cepat dibanding saat krisis energi 2022. Ia mengatakan pembuat kebijakan tidak bisa mengendalikan langsung harga minyak dan gas, tetapi bisa merespons jika muncul efek putaran kedua (kenaikan harga yang kemudian memicu kenaikan upah dan harga lain), dengan kejelasan lebih besar di bulan-bulan mendatang.Dampak Pasar Untuk EURUSD Pada 2026
Upaya diplomatik dengan Iran yang dipantau pada 2025 terhenti, sehingga risiko geopolitik (risiko dari konflik dan hubungan antarnegara) tetap tinggi. Ini menjaga harga energi tetap mahal, dengan kontrak berjangka (futures: kontrak jual-beli untuk tanggal mendatang) minyak Brent rata-rata di atas $85 per barel pada kuartal pertama 2026. Bagi pelaku pasar, ketegangan yang bertahan ini berarti setiap eskalasi bisa memicu perpindahan mendadak ke Dolar sebagai aset aman (safe-haven: aset yang biasanya dicari saat pasar panik), sehingga posisi beli (long: bertaruh harga naik) pada EUR/USD rentan berbalik tajam. Kekhawatiran ECB bahwa harga energi mendorong inflasi, yang baru mulai terlihat tahun lalu, kini terjadi. Indeks Harga Konsumen Harmonisasi Zona Euro (HICP: ukuran inflasi resmi yang diseragamkan antarnegara Eropa) untuk Februari 2026 tercatat 2,7%, masih tinggi dan di atas target bank. Data ini memperkuat pandangan bahwa ECB akan menjadi salah satu bank sentral besar yang paling akhir menurunkan suku bunga, sehingga mendukung Euro. Dengan kondisi ini, pedagang opsi (options: kontrak hak untuk membeli/menjual, bukan kewajiban) diperkirakan akan menghadapi pergerakan harga yang cenderung di kisaran (range-bound: naik-turun dalam batas tertentu) namun bisa disertai lonjakan volatilitas (volatility: seberapa besar dan cepat harga berubah). Menjual opsi jual (put: kontrak yang nilainya naik jika harga turun) yang out-of-the-money (strike lebih rendah dari harga sekarang, sehingga belum “menguntungkan” jika dieksekusi) pada Euro bisa menjadi strategi untuk mendapat premi (premium: uang yang diterima penjual opsi), karena sikap ECB yang hawkish (cenderung mendukung suku bunga tinggi untuk menekan inflasi) kemungkinan menahan penurunan besar pada pasangan ini. Sementara itu, risiko geopolitik yang bertahan menunjukkan perlu memegang sebagian posisi volatilitas panjang (long volatility: strategi yang untung jika pergerakan harga membesar) sebagai lindung nilai (hedge: pengaman) terhadap kejadian “lari ke aset aman” yang mendadak. Buat akun VT Markets live Anda dan mulai trading sekarang.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.